Iklan
Warga memadati kantor Catatan Sipil, Kota Batam.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan warga beramai-ramai mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam di hari terakhir kerja sebelum memasuki libur cuti bersama Idul Fitri.

Iklan

Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan selama dua minggu belakangan memang terjadi peningkatan pengurusan dokumen. Khusus untuk pengurusan akta lahir peningkatan mencapai 100 persen. Setiap harinya disduk menerima permohonan hingga 200 berkas.

Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan pengurusan surat pindah baik yang datang maupun keluar. Antrian warga sudah terlihat sejak pagi. Apalagi di hari terakhir ini. Warga memanfaatkan pengurusan dokumen sebelum mudik ke kampung halamannya.

“Ini kan hari terakhir, jadi mereka yang tidak terlayani kemarin berusaha untuk mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Said menambahkan, warga yang tidak terlayani tidak usah khawatir, sebab pelayanan akan kembali dibuka di hari pertama kerja Kamis (21/6) mendatang. Ia menegaskan petugas yang melayani pengurusan tidak memperpanjang cuti mereka demi melayani masyarakat nantinya.

“Pelayanan langsung buka, karena ini menyangkut kebutuhan banyak orang,” sebutnya.

Mantan Kabag Tata Pemerintahan Kota Batam ini mengungkapkan selain pengurusan dokumen, warga juga mendatangi masing kecamatan hingga kelurahan untuk pengurusan KTP. “Kemarin kan masih banyak yang belum ambil KTP, sudah dua minggu ini pengambilan KTP juga ramai dikunjungi warga. Mungkin untuk persiapan mudik juga,” bebernya.

Sementara itu, meskipun hujan deras melanda kawasan Sekupang, ratusan warga rela mengantri demi mendapatkan pelayanan. Rahmat Hidayat misalnya, pria yang masih mengenakan mantel hujan di badannya ini datang untuk mengambil surat pindah keluar yang telah diajukan satu minggu lalu.

“Kemarin sudah urus, ini tinggal ambil saja,” ujar pria asal Garut ini.

Pria yang sebelumnya bekerja di salah satu sekolah swasta ini memutuskan pindah ke kampungnya karena mendapatkan tawaran pekerjaan yang baru.

“Saya guru di Batuaji, cuman sudah resign. Mau balik karena ada kerjaan di sana,” ucapnya.

Sementara itu, pelayanan di Kantor Kecamatan Sekupang tidak seramai yang sebelumnya. Beberapa orang terlihat tengah mengajukan diri untuk membuat e-KTP. Pengurusan lain yang ramai beberapa hari belakangan ini adalah pengurusan surat pindah keluar Batam. Sepanjang kwartal pertama ini pengajan surat pindah keluar mencapai 1.121 berkas.

“Untuk KTP normal, surat pindah memang di sini tak sebanyak di kecamatan lain. Rata-rata sehari ada 5-10 orang yang mengajukan,” sebut Kasi Pelayanan Kecamatan Sekupang, Ripso.(yui)