batampos.co.id – Tahun ini SMA Negeri 23 Batuaji akan mulai menerima siswa baru. SMA negeri pertama di Batuaji ini untuk sementara akan menumpang di SMA 5 Sagulung.

Iklan

“Jadi Batuaji sudah punya sekolah SMA, namanya SMA 23 Batam. Tapi karena fisik sekolahnya belum ada maka untuk sementara di SMA 5 dulu. PPDB juga di sana nanti,” kata kepala dinas pendidikan provinsi Kepri, Arifin Nasir, Jumat (7/6).

Arifin mengatakan untuk sementara, kepala sekolah dan guru -guru SMA 23 Batuaji tetap dari SMA 5. Dima jadwal belajar dan ruangan belajar akan disesuaikan dengan kondisi dan jumlah guru yang ada di SMA 5.

“jadi semua masih begantung kepada SMA 5 sekarang. Tetapi ini kan hanya sementara saja. Kalau sudah selesai bangunan ya pasti pindah dong,” tambahnya.

Untuk sementara, SMA 23 akan menerima siswa baru untuk empat sampai lima rombongan belajar. Di mana setiap romongan belajar terdiri dari 32 sampai 36 siswa.

“Jadi kita sesuai ketentuan saja mainnya. Kalau memang banyak yang tidak tertampung nantinya, maka sekolah swasta menjadi pilihan. Kita juga menjaga bagaimana swasta ini bisa tetap eksis,” katanya.

Terkait kondisi bangunan SMA 23, Arifin mengaku masih dalam proses pembangunan. Letaknya di kelurahan Kibing dan diharapkan beberapa tahun kedepan sudah selesai dan gedungnya sudah bisa digunakan.

“Anggaran untuk pembangunan itu selalu ada. Pematangan lahan sudah dilakukan. Harapan kita selesai secepatnya. Selain di Batuaji, ada juga kita bangun SMA di Tanjungriau,” katanya.

Onward Siahaan, anggota komisi II DPRD Provinsi Kepri mengatakan pembangunan sekolah Ini memang sudah lama diusulkan dan diminta oleh masyarakat. Ia berharap anggaran untuk pembangunan sekolah ini akan terus diulayakan sehingga pembangunan fisiknya bisa selesai.

“Intinya kalau anggaran selalu ada maka pembangunan gedung bisa lebih cepat dilakukan. Kalau sudab ada gedungnya maka tidak perlu lagi terlalu lama menumpang di sekolah lain,” katanya.

Anggota DPRD yang terpilih lewat dapil Batuaji, Sagulung dan Sekupang ini berharap akan semakin banyak sekolah yang bisa dibangun di Batuaji untuk meningkatkan mutu pendidika anak.

“Dalam mata anggaran, pendidikan dan kesehatan selalu yang utama. Apalagi kalau itu sudah mendesak. Kita pastikam akam membahas dan mengutamakannya. Harapan kita pendidikan akan lebih bermutu dan merata,” katanya. (ian)