Warga belanja sayuran di Pasar Fanindo, Batuaji.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menghadapi lonjakan inflasi saat mendekati akhir Ramadan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor untuk menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok.

“Ini dilakukan untuk memastikan apakah barang kebutuhan pokok cukup tersedia dan cukup serta menambah pasokan jika terjadi kelangkaan,” kata Wakil Ketua TPID Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Jumat (8/6).

Lalu langkah berikutnya adalah mengintensifkan kerjasama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan makanan dengan daerah penghasil.

“Lalu hingga akhir Ramadhan melaksanakan pasar murah dan menjelang Lebaran serta operasi pasar jika terjadi gejolak harga signifikan. Dan memonitoring harganya bersama dengan Satgas Pangan,” ungkapnya.

Gusti juga mengatakan TPID akan mendistribusikan bahan pokok melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) dan e-warong.

“Dan menyampaikan informasi terkait perkembangan stok barang kebutuhan pokok serta kebijakan pemerintah dalam pengendalian barang kebutuhan pokok untuk mengelola ekspektasi inflasi kepada masyarakat,” katanya lagi.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Kepri, indeks harga konsumen (IHK) Kepri pada Mei 2018 mengalami inflasi. Inflasi IHK tercatat sebesar 0,16 persen (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar 0,29 persen (mtm).

Inflasi terbesar berasal dari kelompok administrated price dan kebutuhan barang pokok atau volatile food.

Inflasi dari administrated price bersumber dari peningkatan tarif angkatan udara sebesar 1,67 persen (mtm) dengan andil 0,06 persen (mtm).

“Kenaikan ini disebabkan peningkatan harga oleh operator penyedia jasa angkutan udara karena meningkatnya permintaan menjelak mudik Idul Fitri,” jelasnya.

Untuk menghadapi Lebaran, TPID juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan tersedianya pasokan dan lancarnya distribusi BBM dan LPG.

“Serta memantau harga tiket pesawat dan kapal ferry agar tidak melebihi batas atas yang ditetapkan oleh pemerintah,” pungkasnya. (leo)

Advertisement
loading...