Iklan

batampos.co.id – Joe Sihombing dan Muslim Ritonga mengalami kecelakaan kerja di PT Bandar Abadi Shipyard di Tanjunguncang, Batuaji, Sabtu (8/6) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Dua pekerja galangan kapal ini dinyatakan tewas setelah membuka tutup tangki tongkang yang akan mereka kerjakan.

Iklan

Informasi yang diperoleh di lapangan, kedua korban kecelakaan kerja ini merupakan karyawan dari PT Sukses Jonatan yang disubkon-kan di PT Bandar Abadi Shipyard. Keduanya ditemukan sudah tewas di dalam tangki, lalu dilarikan ke RSUD Embung Fatimah di Batuaji. “Sampai di sini sudah meninggal,” ujar petugas medis di kamar Jenazah RSUD malam tadi.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafrudin Dalimunthe membenarkan kejadian itu. “Informasi yang kami terima, kedua korban ditemukan meninggal di dalam tangki tongkang. Mereka disuruh buka tangki tongkang. Mungkin saat dibuka itu ada gas beracun, makanya kena mereka,” ujar Syafrudin

Dia mengungkapkan, tangki tongkang memang baru mau dibuka pertama kali oleh kedua korba. “Makanya bisa saja ada gas beracun,” ujarnya

Atas kejadian itu, Syafrudin menduga akan kelalaian pihak perusahaan dengan keamanan para pekerja mereka. Atas kejadian ini, pihaknya memeriksa perusahaan terkait mulai dari manajer keamanan hingga jajaran manajemen perusahaan maincon ataupun subcon lainnya. “Semua yang berkaitan akan kami periksa termasuk saksi dari pekerja lainnya. Ini harus diusut tuntas biar keluarga korban tahu kejadian yang sebenarnya,” ujarnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk diotopsi. “Biar pasti penyebabnya,” ungkap Syafrudin.

Kadisnaker Batam, Rudi Syakirti yang juga datang melihat kondisi korban di RSUD sebelum dipindahkan ke RS Bayangkara, berharap agar kecelakaan kerja yang merenggut dua nyawa pekerja itu diusut tuntas karena selalu berulang. “Sudah sering kecelakan kerja yang makan korban nyawa seperti ini. Ini harus dievaluasi lagi. Makanya tadi saya sudah lapor ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bagian pengawas ketenaga kerjaan. Ini harus dilidik biar jadi acuan ke depannya,” kata Rudi.

Rudi mengungkapkan, informasi yang ia terima terkait kasus tewasnya dua pekerja ini adalah, kecelakaan kerja itu diduga karena adanya kelonggaran pengawasan pihak perusahaan terhadap keselamatan pekerja. Itu karena sebelum ditemukan meninggal, kedua korban disuruh membuka tutup tangki tanpa menggunakan alat pengaman. “Awalnya satu yang buka, saat buka korban pertama ini jatuh ke dalam tanki, terus kawannya satu lagi coba tolong tapi malah dua-duanya meninggal di dalam tangki. Inilah yang mau kita telusuri bersama polisi,” tutur Rudi.

Pantauan Batam Pos di kamar jenazah, puluhan rekan kerja dan keluarga kedua korban datang silih berganti . Mereka semua larut duka yang mendalam. Mereka enggan berkomentar banyak terkait kejadian itu. Keluarga kedua korban menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian dan Kadisnaker Batam untuk mengusut peristiwa maut itu. Mereka juga berharap pihak perusahaan bertanggung jawab atas musibah tersebut. (eja)