ilustrasi

batampos.co.id – QS World University Ranking mengeluarkan hasil peringkat kampus sedunia terbaru, QS University Ranking 2019. Hasilnya, peringkat sejumlah kampus papan atas Indonesia melorot dibanding tahun lalu. Secara umum masih ada tiga kampus nasional yang masuk top 500 dunia.

Universitas Indonesia (UI) masih menjadi kampus terbaik di Indonesia. Namun peringkat kampus yang berada di Depok itu turun dari ranking 277 jadi 292 tahun ini. Kemudian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berada di urutan kedua, turun dari peringkat ke-331 dunia menjadi ke-359. Kampus top lain yang mengalami penurunan adalah Universitas Airlangga (Unair) dari sebelumnya di kelompok peringkat 701-750, turun di kelompok peringkat 751-800.

Sementara itu UGM mengalami kenaikan dari tahun lalu di kelompok posisi 401-410 menjadi peringkat ke-391 tahun ini. Kemudian Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun lalu Unpad tidak masuk jajaran 1.000 kampus dunia. Tapi tahun ini berada di kelompok urutan 651-700. Sementara IPB juga naik dari kelompok peringkat 751-800 menjadi ke kelompok peringkat 701-750.

Rektor Unpad Bandung Tri Hanggono Ahmad cukup antusias menyambut hasil QS 2019 itu. Dia menjelaskan faktor utama yang mengerek posisi Unpad adalah dari indikasi rasio dosen dengan mahasiswa. Faktor lainnya adalah dari aspek reputasi akademik dan reputasi alumni.

Kemudian indikator lain yang belum maksimal adalah performa riset.

“Performa riset kami memang belum kuat,” jelasnya kemarin (09/06).

Performa riset yang masih belum kuat diantaranya terlihat dari tingkat sitasi atau rujukan ke publikasi karya akademisi Unpad masih sedikit.

Sementara itu Rektor Unair Mohammad Nasih mengomentari penurunan peringkat mereka. “Kamis sudah berlari sangat kencang. Tetapi yang lain larinya lebih kencang,” tuturnya. Dia semula memperkirakan Unair bisa berada di kelompok urutan 651-700 dunia. Tapi ternyata malah melorot di kelompok urutan 751-800 dunia.

“Academic reputation (reputasi akademik, Red) kami turun drastis. Meski jumlah academic peer list kami naik,” jelasnya. Nasih masih bersyukur bahwa reputasi akademik Unair masih berada di posisi 485-an dunia.

Dia menjelaskan hasil QS 2019 dijadikan bahan evaluasi. Untuk meningkatkan reputasi akademik, diantaranya dengan menambah mitra atau academic peer internasional. Selain itu juga meningkatkan intensitas hubungan yang bakal dijalin. “Selama ini (mitra internasional, Red) sudah cukup banyak. Tapi belum cukup intens,” jelasnya.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Intan Ahmad menuturkan tiap tahun posisi kampus Indonesia relatif naik-turun.

“Kenapa UI dan ITB turun, yang paling tahu mereka. Karena mereka memiliki rincian datanya,” jelasnya.

Untuk perbaikan ke depan di antaranya peningkatan publikasi dan kerjasama internasional.

Secara keseluruhan, tidak ada perubahan komposisi lima besar kampus terbaik di dunia versi QS. Pertama diduduki oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology). Kemudian disusul oleh Stanford University dan Harvard University. Lalu di peringkat keempat ada California Institute of Technology (Caltech). Formasi urutan ke-1 sampai ke-4 ini tidak berubah dibanding tahun lalu. (wan)

Respon Anda?

komentar