ilustrasi

batampos.co.id – Bandar narkotika terus berupaya memasukkan narkotika ke Indonesia. Kemarin (9/6) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengungkap penggagalan penyelundupan 99 kg sabu dan 20 ribu butir happy five di Perairan Langsa, Aceh Timur. Enam orang tersangka penyelundupan telah diamankan.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan, bermula dari informasi adanya sindikat internasional Malaysia membawa narkotika ke Batam, Kepulauan Riau. Dilakukan pengejaran dan ditemukan 8 kg sabu yang dibawa tiga orang tersangka.

”Lalu kasus ini dikembangkan, ternyata ada kelompok Aceh yang juga membawa narkotika dari Malaysia,” tuturnya.

Pada 3 Juni, petugas menyusuluri perairan Langsa di Aceh Timur. Tepatnya 35 mil laut, ditemukan tiga tersangka lain yang membawa 11 kg sabu.

”Mereka menggunakan sebuah perahu boat,” terangnya kemarin.

Kasus ini kembali dikembangkan dan mengarah pada seorang tersangka lain. Sehari kemudian (4/6) ditangkap pelaku lainnya dengan barang bukti 30 kg sabu dan 20 ribu butir happy five / ekstasi.

”Ternyata kasus ini masih terhubung dengan penyelundupan lain, di perairan yang sama ditangkap dua orang pelaku dengan barang bukti 50 kg sabu,” jelasnya.

Jumlah total sabu yang berhasil disita mencapai 99 kg. Dia menuturkan, upaya untuk menyita sabu ini bukan perkara mudah, sebab pelaku sempat berupaya membuang barang bukti ke laut. ”Namun, kami dengan segala upaya mampu untuk mengambil barang bukti itu,” tuturnya.

Menurutnya, Dittipid Narkoba tidak ingin hanya menjerat kurir. Karenanya, saat ini sedang dilakukan pengejaran terhadap pengendali dan pemodal penyelundupan 99 kg sabu dan 20 ribu butir happy five tersebut.

”Ini sedang dicari,” tuturnya.

Yang utama, kendati Polri saat ini sedang fokus dalam mengatur arus mudik. Dittipid Narkoba tidak akan kendor dan memberikan peluang bagi para bandar. ”Saya pastikan keinginan bandar memanfaatkan memontum bulan puasa ini tidak terlaksana,” ujarnya.

Dia mengatakan, berdasar pengalaman, bandar ini memang memetakan kondisi petugas kepolisian.

”Bila sedang ada kegiatan besar yang diatur petugas, mereka coba ambil keuntungan,” paparnya.

Namun, Dittipid Narkoba sudah beberapa langkah di depan.

”Jadi, kami tidak akan biarkan generasi bangsa dirusak dalam kondisi apapun,” papar jenderal berbintang satu tersebut. (idr)

Respon Anda?

komentar