Pemkab Anambas memasang papan di atas badan jembatan Selayang Pandang yang mengalami kerusakan. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Pelantar Semen Panjang yang sudah berganti nama menjadi Jembatan Selayang Pandang (SP) kini rusak parah. Lantai pelantar tersebut sudah retak bagian sisi barat dan tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat khususnya yang bermuatan.

Menghindari kerusakan lebih parah dan menimbulkan korban jiwa, sisi barat ditutup. Kendaraan hanya bisa melintas pada sisi timur. Itupun sudah dilapisi papan, supaya getarannya berkurang saat dilintasi kendaraan. Kondisi ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu.

Menyikapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pemkab Anambas, Khairul Anwar, mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup agar jalan ini untuk sementara ditutup untuk truk.

”Untuk sementara jembatan SP ditutup khusus untuk kendaraan bermuatan. Tapi untuk sepeda motor masih bisa, karena bebannya tidak terlalu berat,” kata Khairul kepada sejumlah wartawan, Minggu(10/6).

Menurut Khairul, untuk memperbaiki pihaknya telah koordinasi dengan pemerintah Provinsi Kepri dan pusat guna dilakukan perbaikian. Apalagi perbaikannya membutuhkan dana yang besar sehingga perlu bantuan Provinsi mapun pusat. ”Kita berharap mereka bisa membantu memperbaiki jembatan ini. Bahkan sudah kita kirimkan proposalnya,” katanya.

Sementara salah satu warga Tarempa, yang enggan disebutkan namanya mengakui jika siang hari memang mobil Pikap bermuatan tidak lagi melintasi jembatan itu karena ada petugas jaga. Tapi jika malam hari masih ada saja mobil yang melintasi jembatan tersebut.

”Kalau malam masih ada saja mobil yang lewat curi-curi. Kalau roboh nanti bagaimana, kalau sekarang masih bisa sepeda motor lewat,” ujarnya.

Menurutnya, rusaknya jembatan ini merupakan kelengahan pemerintah daerah yang tidak mau menjaga aset daerah dengan baik. Pemerintah sudah tahu jika pelantar tersebut bukan untuk dilintasi kendaraan bermuatan tapi dibiarkan saja. Setelah rusak baru sibuk menutup jalan. “Sebelum rusak kemana aja, harusnya pemerintah bisa antisipasi itu,” ujarnya. (sya)

Respon Anda?

komentar