SUASANA Bazar Ramadan agak sepi saat ini, jauh dibandingkan tahun lalu yang selalu dibanjiri pengunjung hingga mampu menghasilkan perputaran uang Rp 10 miliar, Sabtu (9/6) malam.f. Tri Haryono/batampos.co.id 

batampos.co.id – Kabupaten Karimun mempunyai keunikan atau tradisi sendiri selama bulan Ramadan. Keunikan yang dimaksud adalah maraknya berdiri Bazar Ramadan yang berada di lokasi tempat parkir Pasar Puan Maimun sebanyak 160 stan bazar. Stan Bazar Ramadan tersebut menjajakan ke masyarakat aneka kebutuhan Lebaran yang nantinya berlangsung hingga malam takbiran.

”Bazar Ramadan ini kami bangun untuk memberikan alternatif belanja bagi masyarakat yang hendak mencari kebutuhan untuk hari raya Idul Fitri. Sehingga masyarakat bisa memilih dalam berbelanja dan bisa menyesuaikan harga dengan dana yang dimilikinya di Bazar Ramadan,” ujar pengelola Bazar Ramadan, M Yunus, Minggu (10/6) siang.

Tahun ini Bazar Ramadan, diakui M Yunus, tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya dari 160 stan Bazar Ramadan, hampir 100 persen semuanya disewa oleh pedagang untuk berjualan.

”Sekarang ini dari 160 stan yang kami tawarkan, 30 stan masih kosong belum ada yang mau menyewa. Ini artinya pergerakan ekonomi di Karimun juga masih lesu dan berdampak dari menurunnya jumlah pedagang maupun pembeli di Bazar Ramadan ini,” terang M Yunus.

Masih kata Yunus, untuk tahun sebelumnya, mulai awal Ramadan hingga akhir Ramadan atau malam takbiran, perputaran uang di Bazar Ramadan bisa tembus hingga Rp 10 miliar. ”Untuk saat ini mendapatkan Rp 5 miliar saja, saya rasa mustahil bisa didapat,” katanya.

Salah seorang pedagang di Bazar Ramadan, Lia mengakui jualan di Bazar Ramadan saat ini sepi pembelinya terasa. Terutama pada awal berjualan di awal Ramadan. Dalam sehari, rata rata saat ini Lia hanya mampu menjual pakaian paling banyak 5 hingga 10 pakaian saja.

Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, dalam sehari, ia minimal mampu menjual 15 hingga 30 pakaian di Bazar Ramadan. Pantauan di lapangan, situasi Bazar Ramadan tidak begitu padat dibandingkan pada tahun lalu. Namun, para pengunjung tetap ada yang berdatangan hingga larut malam. Mereka bahkan ada yang rela menunggu diskon yang diberikan oleh para pedagang yang biasanya diberikan pada malam hari hingga tengah malam. (tri)

Respon Anda?

komentar