batampos.co.id – Sejarah akan tercipta di Hotel Cappella, Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6) pagi ini. Untuk pertama kalinya, dua pemimpin paling kontroversial di muka bumi saat ini, yakni Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan bertatap muka dan duduk bersama.

Kelanjutan program nuklir dan sanksi internasional yang diterima Korea Utara diyakini menjadi isu utama yang dibahas pada kesempatan itu. Dalam pertemuan pagi ini Amerika akan fokus membahas rencana pelucutan nuklir Korea Utara (Korut). Sebagai kompensasinya, Amerika akan mencabut sejumlah sanksi ekonomi yang selama ini dijatuhkan ke Korut.

Hal ini dipertegas oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo. Dalam akun Twitternya Pompeo mengatakan negaranya tetap berkomitmen terhadap denuklirisasi menyeluruh, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan di semenanjung Korea.

Sementara itu, Presiden Amerika Donald Trump mengisi hari keduanya di Singapura dengan menemui Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana Kepresidenan Singapura, Senin (11/6). Tiba di Istana pada tengah hari, Trump langsung dijamu makan siang.

Siang itu, Trump didampingi Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, penasihat keamanan nasional John Bolton, sekretaris pers Gedung Putih Sarah Huckabee, dan Kepala Staf Gedung Putih John Kelly. Sementara PM Lee ditemani Wakil PM Tharman Shanmugaratnam, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Menteri Komunikasi dan Informasi S. Iswaran dan Menteri Pendidikan Ong Ye Kung.

Dalam foto yang diunggah Menteri Pendidikan Ong Ye Kung di laman Facebook-nya, terungkap menu makan siang yang disuguhkan adalah lobster bisque, daging tenderloin, dan es krim. Usai makan, Trump melakukan pertemuan tertutup dengan PM Lee.

Mengutip Reuters, dalam pertemuan itu Trump menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Singapura yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut secara baik. “Kami menghargai keramahan dan profesionalisme dan persahabatan Anda. Anda adalah teman saya,” ujarnya.

“Kami memiliki pertemuan yang sangat menarik pada khususnya besok, dan saya hanya berpikir itu akan berhasil dengan sangat baik,” imbuh Trump di laman yang sama.

Kesiapan tuan rumah Singapura untuk menyelenggarakan salah satu pertemuan besar abad ini tersebut sudah semakin mantap. Berdasarkan pantauan langsung Jawa Pos (grup Batam Pos) di Pulau sentosa, pengamanan yang terlihat kemarin, sudah jauh lebih ketat dibanding Minggu (10/6) lalu.

Senin (11/6) kemarin, Jawa Pos berkesempatan berkeliling pulau seluas 465 hektare tersebut menggunakan bus wisata yang disediakan pemerintah Singapura. Di situ terlihat, intentitas lalu lalang mobil patroli kepolisian semakin intens. Bahkan di radius 100 meter dari kawasan hotel, aparat keamanan sudah melakukan sterilisasi.

Caranya, akses trotoar yang ada di kawasan hotel sudah ditutup dengan pagar berwarna kuning setinggi 1 meter di sepanjang jalan. Di ujungnya, otoritas setempat menempatkan petugas keamanan di setiap ujungnya. Imbasnya, pejalan kaki sudah tidak bisa lagi lewat di kawasan tersebut. Sementara bagi kendaraan, meski masih diperbolehkan lewat, di radius tersebut sudah tidak diperkenankan menurunkan penumpang.

Seorang warga Singapura, Evelyn sangat antusias menyambut momen bersejarah itu. Mengingat peristiwa itu terjadi di negaranya. “Itu membanggakan bagi warga singapura,” ujarnya saat ditanya Jawa Pos di Imbiah Station, sekitar 400 meter dari Hotel Cappella.

Dia berharap, dari pertemuan di Pulau Sentosa itu akan menghasilkan kesepakatan yang baik bagi kedua negara. Meskipun, dia sendiri tidak yakin, kedua pemimpin kontroversial itu akan satu suara terkait kelanjutan program nuklir di Korea Utara.

Berbeda dengan Trump, kegiatan Kim Jong Un tidak banyak terekspose. Usai bertemu PM Lee Minggu malam, Kim diduga banyak menghabiskan waktunya di The ST Regis, hotel tempatnya menginap.

Untuk diketahui, Senin (11/6) pagi sejumlah delegasi dari kedua negara melakukan pertemuan di The Ritz Carlton Hotel pada pukul 10.00 waktu setempat. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bahan diskusi awal sebelum pertemuan puncak antar kedua pemimpin dilakukan pagi ini. (far/JPG)

Respon Anda?

komentar