Siswa dan siswi SMAN 19 berkumpul di halaman sekolah. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA sederajat akan diberlakukan sama untuk SMA/SMK sederajat se Provinsi Kepri. Sistem penerimaan tetap pakai Zonasi sesuai dengan Permendikbud 14 tahun 2018.

Iklan

“Jadi tidak ada istilah sekolah unggulan atau sekolah apalah namanya. Dalam hal PPDB ini semua sekolah di Kepri ini diperlakukan sama,” kata kepala dinas pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir, Senin (11/6).

Arifin mengatakan PPDB ini akan dilakukan serentak mulai 2 Juli mendatang. Untuk beberapa sekolah yang masih baru melakukan PPDB pertama kali, menumpang di sekolah lain. Misalnya SMA 23 Batuaji yang akan melakukan PPDB di SMA 5 Sagulung.

“Sistemnya zonasi. Jadi kalau tidak tertampung di sekolah di dalam zonasinya, maka harus masuk sekolah swasta. Ini juga untuk menjaga eksistensi sekolah swasta di Batam,” katanya.

Menurut Arifin, tidak mungkin semua siswa dalam satu kecamatan bisa tertampung dalam satu sekolah. Ia berharap pengertian dari orang tua murid untuk bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Terutama bagi orang tua yang sudah bisa dikategorikan keluarga yang mampu.

“Masih banyak swasta yang kekurangan murid. Dan banyak dari sekolah itu yang berkualitas,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kepri dari Dapil Batam, Onward Siahaan mengatakan PPDB yang biasa bermasalah adalah di Batam. Di mana ada kecamatan yang sangat minim sekolah, seperti di kecamatan Batuaji. Ia berharap ada kebijakan dari dinas pendidikan untuk Batam, khusus Batuaji yang hanya memiliki satu sekolah.

“Di Batuaji ini hanya ada satu SMA. jadi pasti ada masalah dalam PPDB. Makanya harus ada kebijakan dari dinas pendidikan,’ katanya.

Menurutnya, Batuji yang baru memiliki sekolah hanya akan menampung maksimal 250 siswa baru yang akan belajar di SMA 5 Sagulung. Ini sangat jauh dibanding jumlah penduduk atau siswa yang lulus SMP dari kecamatan Batuaji.

“Kita juga berharap nantinya sekolah swasta tetap menerima, karena dipastikan akan banyak siswa dari Batuaji tidak sekolah di SMA Negeri,” katanya. (ian)