Iklan
Penumpang bus Trans Batam
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 20 halte yang akan dibangun tahun ini akan diprioritaskan untuk dibangun di jalan yang sudah diperlebar. Seperti di jalan Raja Haji Fisabillah Batamcenter.

Iklan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Yusfa hendri mengatakan, sejatinya halte-halte tersebut sudah dianggarkan pada tahun 2017 lalu. Mengingat ada pengerjaan jalan di sejumlah titik, pihaknya mengembalikan anggaran tahun tersebut dan menunda untuk dikerjakan tahun 2018 ini.

“Di jalan yang selesai penataannya (pelabaran) kami akan pasang (bangun) halte,” ucapnya, Senin (12/6).

Lalu bagaimana dengan jalan-jalan yang kini sedang dan akan dilebarkan, Yusfa mengatakan akan ada halte yang akan digeser bahkan dibongkar. Seperti di jalan Ahmad Yani dari Simpang Masjid Agung ke Simpang Kabil.

Ia tak menampik, penggeseran dan pembongkaran butuh anggaran lagi, walau ia belum tahu pasti berapa anggaran untuk mengganti halte yang terdampak. Walau demikian, seperti yang disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat beberapa waktu lalu, setidaknya butuh Rp 60 juta perhalte.

“Iya pasti butuh anggaran. Sebenarnya, setap tahun perlu dianggarkan 20 halte. Batam ini kebutuhan haltenya banyak,” ucapnya.

Yusfa mengatakan, baik pemindahan maupun pembongkaran halte akan dikoordinasikan dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) yang merupakan dinas teknis yang terkait pelebaran jalan.

“Kami Dishub berkewajiban mengamankan perlengkapan jalan,” ucapnya.

Selain halte, ia mengatakan perlengkapan jalan seperti rambu lalulintas, lampu lalulintas serta rambu penunjuk jalan akan terdampak. Soal berapa jumlah perlengkapan jalan yang terdampak masih menunggu verifikasi tim dari Dishub.

“Perlengkapan jalan kami lepas dan pasang lagi. Yang halte ada saja ada yang digser dan adan yang dibongkar,” pungkasnya. (iza)