ilustrasi

batampos.co.id – Anak dari pasangan suami istri Jamal, 32 dan Sarifah 23 harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam. Pasalnya, Anisa Rahmadani yang masih berusia 1 tahun mengalami luka bakar cukup serius pada bagian mukanya.

Menurut Jamal yang ditemui di RSBK Batam, luka bakar yang dialami oleh anaknya itu bermula dari istrinya hendak membuat kue bolu bakar untuk disantap pada hari lebaran. Setelah selesai mengaduk adonan kue, Sarifah meminta kepada Jamal untuk menghidupkan api di tungku pembakaran.

“Saat itu api di tungku pembakaran itu masih kecil. Jadi istri saya minta tolong untuk membesarkan apinya,” ujar Jamal saat ditemui di RSBK, Rabu (13/6).

Pada saat itu, Jamal berusaha mencari minyak tanah untuk menghidupkan kembali api di tungku pemasak itu. Karena tidak ada minyak tanah, Jamal mengambil sebotol bensin dan menyiramkannya ke tungku itu.

Api langsung membesar dan membuat Jamal panik.

“Botol bensin masih saya pegang. Karena mau memadamkan apinya, botol bensin itu saya lempar ke samping. Rupanya ke anak saya yang duduk di kereta bayi,” tuturnya.

Akibat terkena bensin tadi, api dari dalam tungku pembakaran tadi langsung menyambar wajah Anisa Rahmadani dan beberapa bagian tubuhnya. Jamal yang baru sadar jika anaknya berada disampingnya setelah mendengar tangisan Anisa sambil menyapu mukanya.

“Melihat anak saya terbakar, langsung saya bawa ke kamar mandi dan masukkan ke dalam bak mandi yang berisi air. Saya sempat lihat anak saya menyapu mukanya dengan tangan,” bebernya.

Karena mengalami luka bakar, Jamal langsung membawa anak bungsunya itu ke Punggur. Sementara dari rumahnya di Pulau Telunjuk, Kelurahan Kubang Emas Kecamatan Galang ke Punggur membutuhkan waktu 30 menit. Setelah sampai di Punggur, Anisa langsung mendapat perawatan di Puskesmas Kabil.

“Karena alami luka bakar sekitar 40 persen, anak saya di rujuk ke RSBK. Sekarang di RSBK baru satu hari dan masih menjalani perawatan oleh dokter,” katanya.

Jamal yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini beharap anaknya dapat menjalani pengobatan secra maksimal dan tumbuh menjadi bayi yang sehat, tanpa adanya kendala berarti. Namun, katanya hal ini masih terhambat dengan minimnya dana untuk proses pengobatan yang cukup mahal.

Oleh sebab itu pihaknya meminta uluran tangan para dermawan untuk dapat membantu meringankan beban guna membayar pengobatan di Rumah Sakit.

“Mau ikutkan BPJS juga tidak bisa. Sehari-hari saya hanya sebagai nelayan dan tidak punya penghasilan. Jadi sampai saat ini saya masih bingung mau bayar pakai apa,” imbuhnya lirih. (gie)

Respon Anda?

komentar