Sejumlah teknisi melakukan pemeliharaan jaringan PLN
F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Tanjungpinang terus berupaya memperkuat sistem jaringan listrik di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Kepala Bidang Perencanaan PLN Area Tanjungpinang, Syahri mengatakan rencana kerja proyek kabel bawah tanah rampung pada 2020 mendatang.

“Penggunaan sistem kabel bawah tanah adalah satu upaya untuk memperkuat sistem kelistrikan di Ibu Kota Provinsi Kepri ini,” ujar Syahri, Senin (11/6) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, kedepan di Pulau Bintan jaringan kabel listrik akan sudah terpasang dengan kabel bawah tanah yang akan lebih aman dan meminimalisir terjadinya gangguan jaringan listrik. Menurutnya, Saat ini PLN Area Tanjungpinang tengah melakukan penanaman kabel listrik bawah tanah di bebeberapa lokasi di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, untuk saat ini, ada enam titik lokasi yang tengah dilakukan penggalian dan penanaman kabel listrik bawah tanah. Ke enam titik tersebut diantaranya di arah jalan baru ke Dompak dari Batu 8 atas hingga ke jembatan tiga. Pekerjaan yang sama juga dilakukan disekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, depan Gedung Daerah dan disekitar Jalan Bakar Batu.

“Kita juga tengah memasang kabel bawah tanah di Kabupaten Bintan yakni disekitar kantor Bupati dan juga ada dua arah di Jalan Baru arah Tanjunguban. Saat ini ada enam titik dan yang sebagian juga sudah ada yang terpasang,” paparnya.

Dengan pemasangan jaringan listrik dengan kabel bawah tanah ini akan lebih aman dan terhindar dari gangguan jaringan yang selama ini menggunakan jaringan udara atau menggunakan tiang. Lebih lanjut jelasnya, sistem kabel listrik bawah tanah ini akan lebih handal dalam jaringan listrik dan resiko ganguan sangat kecil bila dibandingkan dengan jaringan udara yang ada saat ini.

“Kita berupaya untuk meminimalisir gangguan jaringan listrik. Karena selama ini masih rentan terhadap pohon tumbang dan ranting patah,” paparnya lagi,

Masih kata Syahri, baik itu jaringan tegangan udara dan kabel bawah tanah, keduanya akan tetap digunakan. Sehingga apabila ada gangguan dijaringan udara bisa dialihkan ke jaringan kabel bawah tanah. Diakuinya dalam memperkuat sistem jaringan dengan kabel bawah tanah ini, ada sedikit kendala. Karena terbatasnya ketersediaan lahan di area perkotaan.

“Dengan terpaksa, kita harus menggunakan area trotoar jalan untuk menanam kabel tersebut. Semoga rencana kerja ini, berjaland dengan baik sampa 2020 mendatang,” tutup Syahri.(jpg)

Advertisement
loading...