Iklan
Warga belanja sayuran di Pasar Fanindo, Batuaji.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Masih tingginya harga sejumlah komoditas menjadi bukti belum mampunya Satuan Tugas (Satgas) Pangan kota Batam menahan laju kenaikan harga pangan. Tim satgas juga dinilai belum bekerja, sehingga harga pangan masih mahal.

Iklan

“Saya betul-betul sangat kecewa. Tempo hari sangat ingatkan dan pemko lewat satgasnya jamin harga pangan tidak naik. Namun nyatanya tetap tinggi, bahkan melebihi HET,” ujar Mulia Rindo Purba, anggota Komisi II DPRD Batam, Selasa (12/6).

Diakui Mulia, apa yang disampaikan dia dengan apa yang dijawab pemko hanya sebatas berbalas pantun. Sementara kenyataan di lapangan masyarakat tetap menjerit dengan kenaikan harga pangan. Ironisnya, kenaikan harga pangan terjadi tiap tahun.

“Hampir di hari-hari tertentu seperti lebaran dan natal harga naik. Pertanyaanya dimana tugas pemerintah,” sesal Mulia.

Seharusnya, kata dia, pemerintah daerah bisa belajar dari tahun-tahun sebelumnya. Mengantisipasi kenaikan harga pangan dengan cara mengaktifkan badan usaha milik daerah (BUMD). BUMD pangan disebut mampu menahan lonjakan harga dan inflasi.

“Kita (DPRD) sudah pernah tawarkan modal. Hanya saja BUMD kita masih berkutat di gas,” sesalnya.

Mulia menambahkan, jika ini bisa dikelola baik, BUMD pangan fokus menahan kelangkaan pangan yang menyebabkan kenaikan harga. Menyediakan stok sembako yang berpotensi kosong, termasuk juga yang berdampak kepada kenaikan angka inflasi Batam.

“Kalau ini tak segera dirubah. Maka ke depan akan terjadi lagi kenaikan harga pangan ini,” sebutnya.

“Pemko Batam harus hadir dalam menjamin kebutuhan masyarakat sesuai harga yang ditetapkan pemerintah pusat,” jelas Mulia. (rng)