Calon penumpang antri di pintu masuk keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam,. Lonjakan arus mudik penumpang di bandara di perkirakan mengalami peningkatan hingga hari Raya Idul Fitri.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat tahun ini, ada sekitar 5,9 juta pemudik yang memilih pesawat untuk pulang ke kampung halamannya.

Sementara tahun lalu, hanya sekitar 5,4 juta pemudik yang mengunakan transportasi udara.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso menyatakan, peningkatan peminat transportasi udara menjadi bukti bahwa tingkat perekonomian masyarakat Indonesia sudah semakin membaik. Sebab jika perekonomian masih kurang mampu, maka tidak mungkin warga memilih transportasi udara untuk mudik.

“Peningkatan yang terjadi sangat signifikan. Ini juga manifestasi dari kesejahteraan rakyat. Karena untuk membeli tiket pesawat, berarti mereka memiliki ekonomi yang lebih,” terang Agus di sela mengunjungi Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (16/6).

Tiket pesawat bisa dilihat secara sosial. Ekonomi masyarakat sudah cukup bagus. Sebelumnya, masyarakat mudik menggunakan kapal laut atau transportasi lain. Setelah perekonomian meningkat, mereka memilih menggunakan transportasi udara.

Selain meningkatnya perekonomian warga, hal lain yang juga mempengaruhi peningkatan jumlah pemudik dengan pesawat adalah pelayanan yang lebih baik.

“Tingkat kenyamanan dan keamanan juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan jumlah peminat. Keselamatan menjadi nomor satu,” ucapnya.

Maka dari itu, Kemenhub terus berupaya untuk memperbaiki pelayanan transportasi udara. Salah satu dengan melakukan pengecekan pesawat dalam persiapan mudik pada H-7 lalu.

“Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan pesawat, navigasi, bandara, dan yang lainnya. Selama ini sudah sangat nyaman,” tandas Agus.

(apl/JPC)

Advertisement
loading...