Suporter Kolombia berfoto bersama.
foto: REUTERS/Tatyana Makeyeva

Orang Kolombia dikenal sangat mencintai sepakbola, terutama Piala Dunia. Apapun dilakukan demi bisa menonton turnamen tim nasional antar negara ini. Empat penggila bola di Kolombia sampai keluar dari pekerjaan mereka demi terbang ke Rusia.

Juan Esteban Garcia, Juan Felipe Garcia, Andres Felipe Fajardo, dan Juan Jose Moggio adalah empat orang itu. Bagi orang-orang Kolombia tidak ada yang lebih penting dari Piala Dunia.

Meskipun jarak Rusia lebih dari 10.000 km dari Kolombia, namun banyak penduduknya yang membeli tiket ke Piala Dunia. Diperkirakan ada 14.700 warga Kolombia yang akan ke sana. Itu menjadikan mereka menduduki posisi ketiga sebagai penggemar dengan perjalanan tertinggi di dunia.

“Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup,” kata Andres Felipe Fajardo yang keluar dari pekerjaannya sebagai dokter demi pergi menonton Piala Dunia.

“Saya tidak mendapatkan cuti, sedangkan ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Tak perlu memikirkan tentang itu. Sepakbola adalah hal terpenting bagi saya,” tambahnya.

Tak hanya Fajardo yang berkorban demi Piala Dunia. Juan Eseteban Garcia pun melakukan hal senada. Ia adalah seorang teknisi industri yang rela berhutang dan membuat kartu kredit demi membayar biaya perjalanannya.

“Saya tidak mampu membayar semua visa dan biaya perjalanan ini tanpa kartu kredit. Tapi ini akan sepadan,” kata Esteban Garcia yang baru akan pertama kali melakukan perjalanan ke luar negeri ini.

James Rodriguez yang mencetuskan ide perjalanan ini. Bersama ketiga temannya, ia ingin melintasi Eropa dan berhenti di setiap negara dalam perjalanan menuju Rusia.

“Butuh waktu berbulan-bulan untuk merencanakan ini. Perjalanan kami akan memakan waktu total lima minggu. Ketika kami mendengar bahwa Piala Dunia dilaksanakan di Rusia, kami melihat jarak sebagai tantangan yang menyenangkan,” katanya bersemangat.

Felipe Garcia memperkirakan perjalanan itu akan menghabiskan biasa lebih dari 12 juta peso Kolombia (sekitar 58 juta rupiah). Ini adalah jumlah yang besar, mengingat upah rata-rata pegawai tiap bulan adalah 1,1 juta peso (setara 5,3 juta rupiah).

Desainer grafis Juan Jose Moggio juga berhenti dari pekerjaannya demi mengejar impiannya ke Piala Dunia.

“Ini adalah sesuatu yang Anda bagi dengan seluruh orang Kolombia sejak Anda masih anak-anak. Ketika Anda tumbuh di negera seperti ini, maka setiap hari Minggu digunakan untuk menonton pertandingan. Tidak peduli siapa Anda atau dari mana Anda berasal,” jelasnya.

Moggio menggambarkan sepakbola sebagai suatu agama.

“Di Kolombia ini adalah satu-satunya hal yang menghubungkan orang-orang. Menyaksikan tim bertanding di Rusia akan jadi salah satu momen paling berarti di hidup saya. Ini akan jadi luar biasa,” ucapnya.

Semangat Piala Dunia juga ditunjukkan oleh penduduk Kolombia yang turun ke sepanjang jalanan ibukota. Mereka optimis timnas kesayangannya memiliki peluang. Di sebelah utara Bogota, yang merupakan perumahan padat penduduk, banyak dijual stiker Panini di setiap sudut.

“Ketika pertandingan dimulai, kami mulai benar-benar sibuk. Saat ini saya menjual sekitar 10 sampai 15 kotak Panini setiap hari. Tapi belakangan bisa sampai 20 kotak,” kata salah seorang penjual. (feb/JPG)

Respon Anda?

komentar