Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan di ruang tunggu Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Minggu (17/6). F. Yusnadi/batampos.co.id

batampod.co.id – Meskipun sudah melakukan pembangunan infrastruktur dan inovasi pelayanan, namun pengelolaan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Tanjungpinang masih menuai protes. Terutama di momen liburan Lebaran tahun ini. Pelabuhan padat penumpang tak diikuti dengan pengaturan yang baik.

“Lihat saja, pengaturan penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang masih semrawut,” keluh Ardi kepada Batam Pos, sesaat sebelum berangkat ke Batam di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Minggu (17/6) lalu.

Menurutnya, penumpukan penumpang di terminal untuk masuk ke area sandar kapal disebabkan tidak adanya pengaturan yang jelas. Apalagi jadwal berangkatan di tiket tidak tercantum. Sehingga penumpang yang sudah mendapatkan tiket berebut masuk pelabuhan. Kondisi tersebut sangat membahayakan karena sekat pelabuhan hanya terbuat dari kaca.

”Anak-anak juga banyak terhimpit karena aktivitas keberangkatan Tanjungpinang-Batam begitu sesak di saat Lebaran seperti ini,” kesal Ardi.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang mencatat jumlah penumpang yang tiba dari luar daerah maupun luar negeri di Pelabuhan SBP Tanjungpinang pada hari H sebanyak 4.799 orang. Sementara yang berangkat 2.929 orang. Berikutnya, H+1 penumpang yang tiba sebanyak 5.237 orang dan berangkat sebanyak 6.917 orang.

Kemudian H+2 penumpang yang tiba sebanyak 6.101 orang dan berangkat sebanyak 6.285 orang. Kemudian, pada H+3 jumlah penumpang tiba sebanyak 7.098 dan berangkat 9.678 orang.

“Memang hingga H+2 kemarin banyak penumpang yang berangkat dibanding yang tiba. Diperkirakan didominasi warga yang jalan-jalan ke Batam,” ungkap Suharmono, petugas KSOP di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Senin (18/6).

Menurut Suharmono, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada H+4 atau H+5 mendatang. Hal tersebut disebabkan, pada masa tersebut merupakan hari terakhir cuti Lebaran. Namun, menjelang puncak arus balik tersebut diprediksi peningkatan jumlah penumpang baik tiba maupun berangkat akan terus terjadi menjelang puncak atus balik nantinya.

“Kami terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Masyarakat sebagai pengguna jasa pelabuhan diharapkan juga tertib, demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” harapnya.
Sementara itu, hari ketiga Idul Fitri penumpang feri menuju Batam masih membeludak. Penumpang sampai harus berbaris dan berdesakan untuk mengejar kapal feri terakhir menuju Batam.

Barisan yang terbagi dua, antara kapal Marina dan Oceana pun hampir berbaur. “Sampai anak kecil juga kasihan kehimpit-himpit,” tutur salah satu penumpang menuju Batam, Lisa Hasanah, Minggu (17/6).

Pintu pembatas antara ruang tunggu dan area masuk feri pun dibuka tutup petugas untuk mengatur jumlah penumpang yang masuk ke feri. “Memang penumpang tidak sabaran mau masuk. Mungkin takut tidak terkejar,” ujar Lisa.

Namun, proses masuk penumpang diharapkan Lisa lebih teratur sehingga tidak membuat penumpang berdesakan. “Kalau proses masuknya bisa lebih teratur tidak akan sampai berdesakan sekali,” imbuhnya.(jpg/aya)

Respon Anda?

komentar