batampos.co.id – Pasca libur lebaran Idul Fitri, warga Batam Centre banyak mendatangi kantor-kantor cabang pegadaian yang ada, meski sebagian besar kantor pegadaian belum beroperasi, Rabu (20/6) siang.

Seperti misalnya di unit cabang pembantu (UCP) pegadaian di Jalan Mega Legenda, Baloi Permai, Batam Kota misalnya. Beberapa warga yang sudah datang untuk menggadaikan perhiasannya terpaksa harus balik karena kantor pegadaian di Mega Legenda belum beroperasi.

“Ini mau gadaikan kalung. Maklum habis lebaran kebutuhan banyak, apalagi bulan depan anak sekolah sudah masuk. Tak mungkin masuk sekolah tak dibelikan seragam baru lagi. Ini mau cari kantor pegadaian yang buka hari ini,” ujar warga Legenda Avenue, Christin.

Salah satu sekuriti pegadaian Mega Legenda memberitahukan ke warga yang terlanjur datang, bahwa pegadaian Mega Legenda akan beroperasi kembali pada hari Kamis (21/6).

“Ada juga yang sudah buka hari ini (kemarin), tapi hanya beberapa kantor saja yang besar-besar seperti di Jodoh, Bengkong dan Batam Centre di komplek Raflessia,” ujar Satpam pegadaian Mega Legenda.

Begitu juga kantor pegadaian di Botania I Batam Centre tepatnya di Ruko Botania Garden Blok A 4 No. 1, Jalan Hang Tuah, Belian, Batam Kota. Beberapa warga yang hendak menggadaikan perhiasan emas maupun unit sepeda motornya terpaksa harus kembali karena kantor pegadaian masih tutup.

Tampak kertas pengumuman tertempel di rolling door kantor pegadaian Botania I bertuliskan pegadaian akan beroperasi kembali pada hari Kamis (21/6).

“Ini tadi saya sudah datang ke pegadaian di Batubesar, tapi masih tutup. Saya kirain di Botania ini sudah buka, makanya saya pindah ke sini (Botania). Eeh ternyata sama juga, masih tutup. Baru buka lagi besok (hari ini),” ujar Panglong Batubesar, Suhaimi.

Sedangkan di kantor Pegadaian cabang utama Syariah kawasan Batam Centre di Komplek Ruko Rafflesia Jl Raja H Fisabilillah sudah beroperasi. Tampak dari pelataran parkir depan kantor pegadaian di Rafflesia, penuh oleh kendaraan nasabah yang hendak menggadaikan perhiasan emas maupun sepeda motornya di Pegadaian Syariah Komplek Rafflesia.

ilustrasi pegawai Pegadaian melayani nasabah.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Komplek Rafflesia Batam Centre, Ricky Rolando kepada Batam Pos menjelaskan kantor pegadaian yang ia pimpin di hari pertama pasca lebaran Idul Fitri, sudah banyak didatangi nasabah yang hendak menggadaikan barang.

“Tak hanya menggadaikan barang seperti perhiasan emas maupun kendaraan. Ada juga hari ini beberapa transaksi lain seperti investasi emas atau cicilan emas atau disebut membeli emas dengan cara mengangsur, seperti menabung. Memang pegadaian di Batam yang buka hari ini (kemarin) hanya sebagian saja, karena memang masih libur cuti bersama,” ujar Ricky Rolando.

Ada kendala di hari pertama beroperasi pasca libur Idul Fitri. Kendala yang dimaksud, lanjut Ricky adalah, semua perbankan ternyata juga masih belum beroperasi juga.

“Sehingga kami untuk menyediakan dana tunai di hari pertama pasca Idul Fitri kali ini, jumlahnya sangat terbatas. Namun untuk besok (hari ini) akan kembali normal dan kami tak akan membatasi ketersediaan dana tunai di pegadaian,” terang Ricky.

Karena di hari pertama operasional, dana tunai masih terbatas, pegadaian memanfaatkan pencairan melalui non tunai atau sistem transfer.

“Karena kami sudah ada non tunai bekerja sama dengan perbankan, jadi kalau untuk pencairan non tunai, itu kami sudah bisa transfer langsung tanpa tunai,” ujarnya.

Dibandingkan sebelum lebaran Idul Fitri, Ricky menegaskan, di pegadaian tempatnya ada peningkatan transaksi nasabah yang hendak menggadaikan perhiasan emas ataupun kendaraannya. Sementara saat sebelum libur lebaran Idul Fitri, transaksi di pegadaian, didominasi oleh nasabah yang hendak menebus barang yang digadaikannya seperti misalnya perhiasan emas.

Untuk siang ini saja, di hari pertama operasional, lanjutnya, di kantor pegadaian Komplek Raffelsia sudah banyak nasabah yang menggadaikan barang berharga seperti perhiasan emas maupun sepeda motornya. Namun 95 persen nasabah didominasi menggadaikan perhiasan emasnya di hari pertama beroperasi pasca libur lebaran.

“Tren nasabah pegadaian sih sebenarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Usai lebaran apalagi jelang anak masuk sekolah, kebutuhan pasti banyak. Makanya mereka menggadaikan perhiasan emasnya untuk mendapatkan uang tunai. Sayang kan daripada perhiasannya dijual habis, nasabah banyak yang memilih menggadaikannya, karena bisa ditebus kembali. Apalagi pasca lebaran kemarin, pastinya banyak pengeluaran untuk perayaan lebaran,” kata Ricky.

Makanya hanya berlangsung empat jam saja, di Pegadaian Komplek Rafflesia Batam Centre sudah membukukan transaksi sebesar Rp 150 juta untuk membayar nasabah yang menggadaikan barang berharganya seperti perhiasan emas.

Sedangkan di hari biasa, jumlah transaksi nasabah yang hendak menggadaikan barang berharganya seperti perhiasan emas dalam sehari maksimal hanya di angka puluhan juga rupiah hingga seratus juga rupiah.

Sementara jelang libur Idul Fitri kemarin, Ricky menegaskan, di kantor pegadaian yang ia pimpin kemarin kebanjiran nasabah yang akan pulang kampung hendak menggadaikan sepeda motornya di pegadaian.

“Nasabah yang hendak pulang kampung ini kebingungan sepeda motornya akan dititipkan ke mana. Dipilihlah pegadaian. Ya itung-itung dititipkan gratis di pegadaian, dapat uang tunai lagi untuk pulang kampung. Biasanya balik lagi ke Batam, sepeda motor yang digadaikan itu akan langsung ditebus kembali untuk transportasi mereka kerja nantinya,” terang Ricky mengakhiri. (gas)

Respon Anda?

komentar