ilustrasi (AFP)

Sephia, 25, hamil.

Sephia nekat ketemuan dengan mantan pacarnya.

Ujungnya ….

Donwori,27, duduk lemas saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya. Impiannya untuk segera memiliki keluarga utuh dengan kehadiran buah hati akan kandas sesaat setelah hakim mengetukkan palunya.

Ya, keputusan berpisah Donwori ambil karena cintanya pada Sephia sudah luntur sejak sang istri mengkhianatinya.

“Sudah punya suami, bentar lagi punya anak, masih.. saja main-main dengan pria lain,” kata pria Lakarsantri ini.

Donwori mengatakan, saat dirinya sedang mudik di kampung halaman, istrinya ketemuan dengan mantan pacarnya. Sontak perbuatannya ini menyulut amarah Donwori.

“Mana mantannya itu barusan cerai sama istrinya alasannya masih cinta sama istriku,” ujarnya.

Awalnya, Donwori tak tahu menahu selama ia pergi, bila sang istri akan macam-macam. Namun sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, akan tercium juga. Donwori yang sedang di kamar mendapati handphone sang istri berbunyi. Ia angkatlah panggilan itu dan terkuaklah segalanya.

“Pas aku lihat di kontak namanya cewek, tapi suara di seberang langsung nyerocos nanya sayang kapan suamimu mudik lagi, ayo ketemuan lagi,” ceritanya.

Sesaat mendapati telepon itu, Donwori langsung marah besar. Ia mentalak sang istri saat itu juga. Kecurigaannya pada Sephia pun terjawab sudah.

“Aku sering liat dia teleponan terus akhir-akhir ini. Biasanya telepon malam ketika aku tidur. Sempet aku pergoki dia ngomong manja-manja,” paparnya.

Ketahuan dikhianati, Donwori tentu saja tak terima. Apalagi mantan dihubungi istrinya itu adalah mantan yang paling Sephia cintai. Dia menikahi Sephia karena tak direstui orang tua.

“Yo mereka awale podo senenge (ya awalnya mereka sama-sama senangnya,Red) tapi hubunganya tak direstui orang tuannya, akhirnya putus,” ujarnya.

Ia bertekad, setelah anaknya lahir, ia akan mengurus hak asuh anak agar sampai di tangannya. Ia tak rela anaknya dibesarkan oleh perempuan tidak bertanggung jawab, yang tidak bisa menjaga kehormatan diri sendiri dan keluarganya. (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar