Tampak bangunan Hotel Aston di Pelita, Nagoya, Lubukbaja malam hari.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tingkat hunian hotel di Batam selama lebaran cukup tinggi. Hampir semua hotel berbintang tingkat huniannya mencapai 90 persen. Jauh lebih tinggi dibanding saat bulan puasa.

Iklan

“Tingkat hunian memang sangat tinggi selama lebaran. Hampir 90 persen. Rata-rata adalah pengunjung lokal,” kata ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Kepri, Tupa Simanjuntak, Jumat (22/6).

Ia menyebutkan saat puasa, tingkat hunian hanya sekitar 35 persen. Saat itu sebagian besar tamu juga adalah tamu lokal.

Menurutnya, yang paling ramai adalah saat akhir pekan. Di mana banyak wisatawan yang sengaja datang ke Batam untuk berlibur.

“Kalau di akhir pekan, tingkat hunian juga bisa mencapai 90 persen. Dari dulu, memang kalau akhir pekan, Batam selalu ramai. Banyak dari Singapura dan Malaysia yang berakhir pekan ke Batam,” katanya.

Menurutnya, semua pihak dan stake holder harus bisa terus menjaga agar tingkat hunian hotel tetap tinggi. Menurutnya, semua pihak harus mempromosikan Batam ke daerah lain.

“Promosi dari para komunitas pariwisata sangat signifikan membantu promosi Batam ini. Semua instansi harus terlibat.” katanya.

Menurut Tupa, destinasi wisata harus terus ditata. Termasuk memberikan memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan ketika berada di Batam.

“Kami berharap siapa pun yang datang ke Batam akan rindu dan kembali lagi ke Batam. Jangan sampai ada wisatawan yang baru sekali datang ke Batam langsung bosan,” katanya.

Untuk mendukung kunjungan wisata ini, ia berharap pemerintah daerah membuat sejumlah event atau kegiatan yang berkelas internasional sehingga menarik minat warga asing untuk datang ke Batam.

Sementara itu, kepala dinas pariwisata dan kebudayaan Koat Batam Pebrialin mengatakan letak Batam yang sangat strategis membuat Batam menjadi tujuan favorit untuk liburan. Banyak wisatawan yang menghabiskan liburan di Batam selama lebaran

“Kita punya banyak hotel dan tempat hiburan. Di Batam apa saja ada. Alam kita juga sangat indah. Jadi memang sangat menarik dikunjungi saat liburan,” katanya.

Meski ia mengakui anggaran untuk penataan destinasi wisata memang sangat minim. Tetapi Pemko terus berupaya untuk meminta DAK ke pusat mendapatkan dana agar bisa digunakan untuk penataan objek wisata. (ian)