Berceramah hingga ke daerah terpencil menjadi kegiatan Harry Moekti setelah berhijrah tahun 90-an. Salah satunya, ke daerah di Kalimantan Tengah. (Instagram/harimoekti)

batampos.co.id – Harry Moekti, mantan rocker 1980-an yang berhijrah menjadi seorang da’i meninggal dunia pada Minggu (24/6/2018).

Berita tentang wafatnya Harry Moekti ini disampaikan oleh kakaknya, Teh Tuti. Rencananya, jenazah akan dimandikan dan disalatkan malam ini di kediamannya di Cimahi.

“Jenazah H Harry Moekti akan dimandikan dan disalatkan di rumah Teh Tuti malam ini di komplek pemda padasuka blok H 7980 cimahi,” ungkap Teh Tuti.

Setelah disalatkan, jenazah almarhum dimakamkan di Bogor untuk dimakamkan. Malam ini seluruh persiapan dilakukan untuk pemakaman senin pagi di Bogor sudah dilakukan.

“Setelah selesai malam ini juga akan dibawa ke Bogor untuk dimakamkan di Bogor besok pagi,” lanjutnya.

Kabar meninggalnya Harry Moekti ketika dia dalam perjalanan dibawa ke Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Jawa Barat.

Lahir di Cimahi, 25 Maret 1957, Penyanyi dengan nama asli Hariadi Wibowo ini berubah namanya menjadi Harry Moekti ketika banyak yang menanyakan identitasnya Harry yang mana. Seringnya pertanyaan dijawab Harry yang kakaknya Moekti, jadilah dia dipanggil Harry Moekti.

Sejak kecil hingga menamatkan studinya di SMA, Harry tinggal di Cimahi dan Bandung. Kemudian, sebagai anak tentara, dia mengikuti orang tuanya pindah tugas ke Semarang. Di kota inilah, dia mulai meniti karir bermusiknya. Walaupun, pernah menjadi room boy di Hotel Patra Jasa Semarang selama satu tahun.

Harry dan beberapa kawannya membentuk grup band Darodox, yang dalam bahasa jawa yang berarti nderedeg atau gemetar. Tak lama, pada tahun 1980 sesudah ayahnya meninggal, Harry kembali ke Bandung.

Tak bisa lepas dari jiwa bermusiknya, di Bandung, Harry bergabung dengan beberapa band. Di antaranya, Orbit band, Primas band bersama Tommy Kasmiri, dan yang terakhir, New Bloodly band.

Puncaknya, perjalanan musik Harry kemudian dilanjutkan di kota Jakarta dengan bergabung bersama Makara dari tahun 1982 sampai tahun 1985. Namun, ketika melakukan rekaman solo grup ini bubar. Karirnya meningkat pada 1985 ketika bergabung dengan Krakatau band.

Beberapa rekaman Harry Moekti yang meledak di pasaran antara lain adalah Lintas Melawai (1987), Ada Kamu, Aku Suka Kamu Suka, dan Satu Kata bersama grup band Adegan. Selama perjalanan karirnya, total ada tujuh album rekaman, yang terkahir adalah album bertajuk Di Sini.

Album terakhirnya kurang laku dipasaran. Hal itu lantaran Harry mulai menekuni agama Islam lebih mendalam. Hari-harinya tak lagi disibukkan dengan melakukan promosi album ataupun mengadakan show.

Langkahnya menekuni agama Islam dikarenakan perasaan yang tidak pernah tenang selama menjadi rocker. Kegelisahan itu akhirnya membuat Harry mulai mengurangi kegiatan bermusiknya di tahun 1993. Pada 1995, dia menjalankan ibadah haji, hingga akhirnya total meninggalkan dunia rocker dan menjadi dai.

Sejak saat itu, hingga akhir hayatnya, Harry Moekti setia mengajak siapa saja untuk berhijrah, mendalami agama dengan baik. Tak hanya mendengarkan tetapi mengamalkannya. Bahkan, dia tak segan langsung turun ke daerah-daerah terpencil untuk membagikan pengalaman hijrahnya.

Sedianya, pada Senin (25/6), Harry Moekti dijadwalkan memberikan kajian khusus mengenai hijrah di Masjid ABRI, Cimahi. Tetapi, dia lebih dulu menghadap sang pencipta, pada Minggu (24/6) malam. (yln/JPC)

Respon Anda?

komentar