Iklan
Polisi dibantu warga mengevakuasi, korban meninggal dalam insiden tenggelamnya KM Berkat Anugerah di Lingga, Minggu (24/6). F. Satpolair Polres Lingga untuk batampos.co.id.

batampos.co.id – Jenazah Eri,45, korban meninggal terbaliknya kapal KM Berkat Anugerah di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) sudah dikebumikan pada Minggu (24/6) malam usai ditemukan pada hari kejadian.

Ada cerita mengharukan dibalik pemulangan jenazah yang ketika itu berlayar bersama dengan suami dan anaknya. Kabar meninggalnya Eri, diketahui keluarganya yang berada di Batam. Kabar itu diketahui setelah anak bungsunya mengabari keluarga korban, perihal kecelakaan yang mereka alami.

Kabar tersebut hadir bersama kebingungan yang menyertai, terkait bagaimana pemulangan jenazah yang saat itu dievakuasi di pelabuhan Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, Lingga. Untuk proses pemulangan jenazah sendiri, dibutuhkan biaya sebesar Rp 6 juta. Uang ini digunakan, untuk menyewa kapal yang akan membawa jenazah pulang ke Batam.

Mengumpulkan uang sebanyak itu bukan perkara gampang. Mengingat keluarga korban bukanlah orang berada.

Irwan Sinaga, menantu korban menyampaikan, kondisi ini menimbulkan rasa prihatin dari warga yang langsung berinisiatif mengumpulkan dana untuk proses kepulangan jenazah.

“Untung kami dapat bantuan dari warga yang langsung membantu, mereka bantu biaya pemulangan, kalau tidak ada biaya, maka jenazah akan dikebumikan di sana (Lingga),” kata Irwan ketika ditemui di rumah duka pada Senin (25/6).

Lebih jauh, Irwan mengaku cukup kecewa menyaksikan kondisi yang dialami korban. Irwan mengaku, pihak terkait yang terlibat dalam proses evakuasi kapal ini seolah melepas korban begitu saja. Padahal butuh perjalanan yang tidak sebentar untuk sampai ke rumah duka.

“Yang menghubungi kami di sini, ya, warga sana. Seharusnya petugas yang melakukan itu, seperti dilepaskan begitu saja,” kata Irwan lagi.

Dalam prosesnya, lanjut Irwan, pihak keluarga akhirnya dapat membawa jenazah kembali ke Batam. Melalui jalur laut ke kawasan Jembatan 6 di Kecamatan Galang, Batam. Selanjutnya dibawa kembali dengan kendaraan ke rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB.

(bbi/JPC)