Iklan
Proses evakuasi korban tenggelamnya KM Berkat Anugerah di Perairan Pulun, Lingga. (Istimewa)

batampos.co.id – Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim Batam telah memprediksi cuaca buruk akan melanda wilayah Lingga, dua jam sebelum kejadian tenggelamnya KM Berkat Anugrah GT 20, 24 Juni lalu yang menyebabkan meninggallnya seorang penumpang yakni Eri, warga Bengkong Nusantara.

“Kejadian itu pukul 07.20, namun kami memprediksi dan mengeluarkan peringatan dini itu pukul 05.45,” kata Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, Senin (25/6).

Cuaca buruk ini disebabkan sirkulasi udara tertutup (Eddy) disebelah barat Sumatera Barat. Pola belokan angin di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, mendukung pembentukan awan-awan konvektif terutama di wilayah Kabupaten Lingga, Karimun, Batam dan Bintan.

“Saat kejadian itu terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, dengan kecepatan angin rata-rata 4 hingga 8 knot dari arah barat daya ke barat. Suhu waktu itu antara 24 hingga 25 derajat celcius,” ucapnya.

Suratman menuturkan saat kejadian angin kencang menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut. Perkiraan Stamet Hang Nadim tinggi gelombang mulai dari 0,1 hingga 0,5 meter. “Kondisi seperti ini masih berlanjut hingga dua hari ke depan,” ucapnya.

Ia menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dengan perubahan cuaca yang mendadak. Karena saat awan Cummulosnimbus berkumpul meningkatkan potensi hujan dan angin kencang. “Akan menyebabkan gelombang tinggi. Selalu perhatian perubahan cuaca. Dan kalau berkativitas di laut, sediakan pelampung di kapal,” ungkapnya.

Dari hasil pengamatan Stamet Hang Nadim, hari ini (25/6) diprediksi hujan lokal dengan berbagai intensitas mengguyur wilayah Batam, Bintan dan Lingga. Kecepatan angin mulai dari 3 hingga 10 knot, tinggi gelombang 0,2 hingga 0,8 meter.

“Natuna dan Anambas terjadi hujan sedang. Kecepatan angin 4-20 knot, dengan tinggi gelombang 0,1 hingga 1,5 meter,” ucap Suratman. (ska)