Kunjungan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Kim Chang Beom (kiri) ke kantor BP Batam. (Istimewa)

batampos.co.id – Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Kim Chang Beom berkunjung ke Batam.

Iklan

Dia memberikan masukan agar Batam memperhatikan aspek-aspek tertentu dalam upaya membangun kejayaan industri.

Dengan memperhatikan bisnis friendly orientation, Batam diharapkan bisa menawarkan solusi positif. Khususnya dalam mendukung perkembangan rencana besar menjadikan Batam sebagai pusat logistik di tanah air yang efisien. Serta keberlangsungan industri lain dalam menghadapi persaingan global.

Kim menyatakan, apa yang dimiliki Batam saat ini sudah memperlihatkan bisnis friendly. Yakni dalam bentuk kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang memberikan keringanan untuk industri. Namun demikian, hal tersebut harus didukung dengan aspek lain yang juga mampu memperlancar kegiatan industri.

“Saya kira dengan segala potensi Batam yang dimiliki meliputi hub logistik dan pariwisata, sangat bernilai tinggi bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan ini. Apalagi didukung dengan status kawasan sebagai perdagangan dan pelabuhan bebas (FTZ),” kata Kim dalam keterangan tertulis, Jumat (29/6).

Saat ini Kedutaan Korsel akan fokus pada perluasan investasi perusahaan asal Negeri Ginseng yang beroperasi di Batam. Hubungan baik kedua negara dapat menunjang kerja sama yang baik dalam berbagai aspek. Seperti budaya
maupun investasi pada kedua negara.

Sementara itu, Anggota 4 Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya Badan Pengusahaan (BP) Batam Eko Budi Soepriyanto menjelaskan, saat ini BP Batam terus mengakselerasi pengembangan menuju kawasan tujuan investasi. Pengembangan Batam menjadi basis logistik dan pariwisata dinilai memiliki peluang bagus dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Kedatangan Pak Dubes Korsel di BP Batam merupakan keseriusan negaranya untuk ikut serta membangun Kota Batam. Dengan keinginan dia (Dubes) dari apa yang telah disampaikan, keinginantahuannya akan Batam sangat tinggi sekali. Sehingga dia dapat berpikir di Batam ini perlu banyak investor yang akan dikirim,” papar Eko.

Batam bisa menjadi hub yang sangat besar. Letak Batam berdekatan dengan Singapura dan dukungan pemerintah pusat. BP Batam mengambil langkah inisiatif untuk terus berupaya mengembangkan infrastruktur dan fasilitas.

BP Batam akan terus melakukan akselerasi infrastruktur-infratruktur utama. Seperti Pelabuhan Batu Ampar di Kecamatan Batu Ampar dan Bandara Hang Nadim di Nongsa. Melalui duta besarnya, Korsel diharapkan mempersiapkan para investornya untuk ikut terlibat dalam lelang terbuka pada proyek prioritas BP Batam.

(bbi/JPC)