Calon peserta didik baru mendaftar di SMKN 1 Batuaji, Jumat (29/6). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN 1 Batam berjalan lancar di hari kedua pelaksanaan PPDB tingkat SMK, Jumat (29/6). Ratusan pendaftar masih dilayani dengan baik. Begitu juga dengan calon siswa yang sudah daftar di hari pertama dan berkasnya dinyatakan lolos sudah mulai menjalani test.

Pantauan Batam Pos di lapangan, pelayanan PPDB dibagi dalam dua tempat. Bagi peserta yang akan mendaftar secara online dan butuh panduan dari panitia di layani di depan gedung auditorium, sementara untuk peserta yang ikut test dilayani di gedung pertemuan. Kedua tempat pelayanan PPDB terpantau ramai. Test yang harus dilalui calon siswa adalah test buta warna, tertulis dan wawancara.

Kepala SMKN 1 Batam Lea Lindrawijaya menuturkan, hingga hari kedua kemarin jumlah pendaftar sudah mencapai angka 1.250 orang. Jumlah tersebut sesuai dengan rincian daftar log in yang masuk ke website PPDB SMKN 1.

“Pendaftar sudah melebihi kapasitas daya tampung yang ada. Tahun ini kami terima 484 siswa saja, tapi yang daftar sudah diatas 1.250 orang,” ujar Lea.

Pelaksanaan test hari kedua PPDB, kemarin, panitia membatasi jumlah peserta yang ikut test hanya 150 orang saja.

“Untuk tes dibatasi karena keterbatasan alat dan petugas. Hari ini 150 selanjutnya 200 orang perhari sampai selesai,” ujar Lea.

Secara umum sambung Lea, proses PPDB SMKN 1 Batam berjalan lancar hingga hari kedua kemarin. Namun demikian ada kendala dengan sistem PPDB online dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Website untuk PPDB on line Disdik Kepri belum bisa di log in sejak hari pertama. Padahal web site Disdik tersebut sangat diperlukan untuk verifikasi dan mencocokan data nilai ujian nasional calon siswa baru tadi.

“Tapi alhmadulilah, kami bisa atasi itu. Kami punya data base dari Disdik sehingga kami bisa cocokan sendiri untuk kelengkapan berkas pendaftar,” ujar Lea.

Meskipun masih berjalan lancar, namun gangguan teknis dari Disdik Kepri itu disayangkan oleh ketua komite SMKN 1 Batam Ruslan Kasbulatov yang juga anggota DPRD Kepri. Kepada Batam Pos Ruslan menilai Disdik Kepri gagal dengan penerapan sistem PPDB berbasis online ini.

“Kalau memang belum bisa diterapkan jangan dulu diterapkan. Untung di sini (SMKN 1) punya data base. Kalau nggak pasti numpuk (berkas pendaftar) dan pasti tak akan tahu kapan akan selesai PPDB ini. Kasian sekolah lain yang tak punya data base harus terkatung-katung tanpa kepastian. Inikan rancau. Kalau memang belum mampu atau belum begitu memahami silahkan belajar dari SMKN 1 ini,” ujar Ruslan. (eja)

Respon Anda?

komentar