Iklan

batampos.co.id – Indonesia kehilangan salah satu karikaturis terbaiknya. Gerardus Mayela (GM) Sudarta yang dikenal melalui karyanya, tokoh Oom Pasikom di Harian Kompas telah wafat diusia 73 tahun, sekitar pukul 08.25 WIB, kemarin (30/6).

Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo mengatakan, GM Sudarta memang sudah lama mengidap penyakit. Dalam beberapa tahun belakangan, dia sudah kerap keluar masuk rumah sakit.

“Sakit sudah agak lama, saya agak lupa. Mulai agak parah tahun lalu,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos.

Berdasarkan kabar yang diperoleh, GM Sudarta sudah mulai sakit-sakitan pada tahun 2010. Di mana dia mengalami patah tulang kaki setelah jatuh di kamar mandi dan menderita penyakit hepatitis C. Sejak saat itu, kesehatannya naik turun.

Budiman mengatakan, GM Sudarta memulai kariernya di Kompas sejak tahun 1967, atau dua tahun pasca Kompas berdiri. Kariernya berlangsung lama, hingga dia memasuki usia pensiun pada tahun 2005 lalu. Meski sudah pensiun, jiwa seni dan kegelisahannya belum sirna.

Sesekali, seniman kelahiran Klaten, Jawa Tengah itu masih kerap berkontribusi dan menghasilkan karikatur yang dimuat di Kompas beberapa tahun belakangan.

“Ada kesesuaian cara pandang mas GM dengan Kompas,” imbuhnya.

GM Sudarta

Sebagai karikaturis, lanjutnya, GM Sudata tergolong sosok cerdas. Karya-karyanya yang berisi kritik atas realitas sosial di kemas secara cerdik dan elegan. Imbasnya, orang yang menjadi sasaran kritiknya tidak pernah marah atau memprotes karya tersebut.

“Justru mentertawakan dirinya sendiri ketika realitas itu dipotret dengan karikaturnya,” tuturnya.

Dengan kemampuannya itu, GM Sudarta banyak menyabet penghargaan. Baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti hadiah Jurnalistik Adinegoro dan Trofi PWI (1983-1987), Best Cartoon of Nippon (2000), Gold Prize of Tokyo Nokai (2004).

“Jadi mas GM bukan hanya karikaturis milik Kompas, tapi Indonesia,” pungkasnya.

GM Sudarta juga dikenal rajin dalam mendokumentasikan karyanya. Dia diketahui membukukan karyanya dalam beberapa seri. Di antaranya Smile In Indonesia (1972), Senilukis Bali dalam 3 Generasi (1975), Indonesia 1967-1980 Kumpulan Kartun (1980), Humor Reformasi (1995), Reformasi Kumpulan Kartun (2000), Bunga Tabur Terakhir (2011), dan 50 tahun Oom Pasikom (2017). (far)