Stasium pengisiam bahan bakar umum (SPBU).
Foto: jpnn/jpg

batampos.co.id – PT Pertamina (persero) kembali menaikkan BBM Pertamax series dan Dex series. Tak terkecuali di Batam, harga Pertamax Turbo dari yang semula Rp 10.200 perliter kini naik menjadi Rp 11.100 per liter.

“Tadi pas beli nggak tahu kalau harganya naik. Baru ngeh pas baca berita. Naiknya lumayan juga, pindah ke yang lain (bahan bakar) sajalah,” kata seorang warga Seibeduk, Taufik, Minggu (1/7) siang.

Sementara itu, salah satu petugas SPBU di depan Plamo Garden, Batam Kota mengatakan harga baru sudah diberlakukan Minggu (1/7) pukul 00.00 WIB.

“Tadi malam naiknya, persis jam 12 malam,” ucap dia.

Mendengar harga Pertamax Turbo naik, beberapa warga terpaksa mengisi jenis Pertalite.

“Naik ya, sudahlah Mas isi pertalite saja,” kata salah seorang warga.

Dikonfirmasi, Area Manager Communication and Relations Sumbagut Rudi Ariffianto mengatakan kenaikan tersebut dipengaruh harga minyak dunia.

“harga minyak dunia yang merupakan faktor utama pembentuk harga terus merangkak naik dan sekarang dalam posisi rata-rata 75 dolar per barel,” ucap Rudi.

Ia juga membenarkan, jika kenaikan harga Pertamax series dan Dex Series mulai berlaku 1 Juli ini. Namun demikian, harga baru ini masih rendah dibanding dengan bahan bakar dengan kadar RON yang sama dari perusahaan serupa lainnya.

“Harga (yang ditetapkan) Pertamina masih lebih kompetitif,” imbuhnya.

Sementara itu, persoalan lain di Batam yakni sering kosongnya BBM bensin di SPBU-SPBU Batam. Hal ini membuat masyarakat terpaksa memilih pertalite dan pertamax turbo. Dalam hal ini Rudi menjamin kuota dua bahan bakar inis ehingga tidak kosong di SPBU-SPBU yang ada.

“Aman,” kata dia singkat.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging menyebutkan saat ini beberapa SPBU kekurangan pasokan Premium. Sementara, BBM yang tersedia seperti Pertalite harganya terus naik sesuai pergerakan harga minyak dunia.

“Kalau saya melihatnya ini sudah mengarahkan masyarakat menggunakan Pertalite,” kata Uba, belum lama ini.

Kondisi ini, kata Uba, sangat merugikan masyarakat. Dari sisi pilihan, masyarakat tidak punya alternatif lain, sebab, Premium sudah sangat sulit dicari. Sementara dari sisi ekonomi, tak semua mampu membeli BBM nonsubsidi seperti Pertalite dan Pertamax Turbo.

“Padahal prinsipnya masyarakat tetap harus diberi pilihan, dengan menyediakan Premium di SPBU,” ujar dia. (iza)

Advertisement
loading...