Truk tanki Pertamina. Foto: istimewa

batampos.co.id – Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR 1 Sumbagut Rudi Ariffianto mengatakan penyesuaian harga BBM merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.

“Saat ini harga minyak dunia rata-rata mencapai 75 Dollar Amerika per barel. Ketika harga minyak dunia naik maka akan diikuti oleh kenaikan harga BBM,” ujarnya Senin (7/2).

Rudi juga memaparkan adanya penyesuaian harga BBM untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex tersebut sudah berdasarkan pada Permen ESDM Nomor 34 Tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.

Memang untuk harga BBM, Kepri merupakan yang tertinggi di Sumatera Bagian Utara. Rudi menjelaskan hal tersebut terjadi karena besaran pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Untuk Pertamax, perbedaaannya lebih kepada kepada besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Begitu juga dengan harga Pertalite,” jelasnya.

Besaran pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah ini biasanya didasari oleh pemenuhan kebutuhan bagi pembangunan daerah.

“Penyesuaian harga ini juga supaya Pertamina dapat bertahan menyediakan BBM dengan pasokan yang cukup sesuai kebutuhan. Sehingga konsumen dapat beraktivitas tanpa terganggu,” tambahnya.(leo)

Respon Anda?

komentar