Iklan

Senin (2/7) kemarin merupakan hari yang spesial bagi saya. Untuk pertama kalinya sejak bertugas di Batam tahun lalu, bertemu dengan dua orang hebat.

Iklan

Pekan lalu, saya ngotot untuk bertemu dengan Syahrul dan Rahma. Dua pasangan wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang terpilih versi hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, kesempatan itu baru datang kemarin.

Untuk mengatur pertemuan dengan dua orang itu sangat susah. Bukan karena mereka tidak mau ditemui. Melainkan karena jadwal saya di Batam yang supersibuk. Padat “merayap”. Nyaris tidak ada waktu luang. Berkumpul dengan keluarga pun hanya hitungan jam. Benar-benar full kegiatan. Hehehehe

Tapi, kesempatan itu datang juga. Menjelang siang kemarin, saya bersama Pemred Batam Pos Muhammad Iqbal, Kepala Perwakilan Batam Pos Tanjungpinang Cipi Ckandina, serta salah seorang jurnalis andal kami, Jailani bertatap muka langsung dengan keduanya. Kami diterima dengan hangat di rumah Syahrul di Perumahan Taman Harapan Indah Nomor 12 Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang.

Meski bertatap muka, namun saya sangat menyesal. Karena kami hanya berjumpa tidak sampai satu jam. Penyebabnya, saya harus sudah menginjakkan kaki di Batam pada pukul 15.00 WIB. Ada janji dengan notaris Markus Gunawan. Penandatanganan akta perusahaan PT Batam Multimedia Korporindo, anak perusahaan Batam Pos yang bergerak di bidang online, bersama Dirut Batam Pos Candra Ibrahim dan Direktur PT Ripos Bintana Press (Percetakan Batam Pos), Socrates.

Meskipun pertemuan kami singkat, namun bagi saya sangat bermakna. Meski waktu bertemunya sekejap, saya langsung memberikan penilaian. Keduanya adalah pasangan yang serasi untuk memimpin ibu kota Kepulauan Riau (Kepri) itu. Syahrul yang halus tutur-katanya begitu bersahaja. Saya kaget, ternyata Syahrul bisa bahasa Jawa halus. Saya kira beliau orang Jawa. Ternyata orang Melayu yang punya kemampuan bahasa Jawa halus. Saya pun malu. Karena bahasa Jawa saya agak kasar. Kwakakakak

Sedangkan Rahma, punya gaya bicara yang lugas dan berapi-api. Kalau menyampaikan sesuatu, langsung ke pokok persoalan. Senyam-senyum tapi tegas. Namun yang pasti, keduanya berkomitmen untuk membangun Tanjungpinang dengan tagline “Sabar”: Syahrul dan Rahma Bersama Rakyat.

Sebagai perusahaan media terbesar di Kepri, Batam Pos tentunya punya kepentingan untuk mendukung pembangunan. Baik dari segi infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan ekonomi. Untuk itulah, Batam Pos terus bersinergi dengan stake holders untuk menyukseskan pembangunan di segala bidang.

Bak gayung bersambut, Syahrul-Rahma pun sepaham. Ketika saya menyampaikan tujuan itu, mereka menyambut dengan tangan terbuka. Bahkan mengajak untuk berjalan beriringan. Karena, membangun suatu daerah tidak hanya tugas pemerintah saja. Tapi menjadi kewajiban seluruh stake holders, termasuk Batam Pos. Sebagai perusahaan besar dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia melalui bendera Jawa Pos Group, Batam Pos punya kepentingan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat Indonesia tentang Tanjungpinang.

Informasi itu sangat penting. Mulai dari prestasi, kinerja, program pemerintah, kemajuan, hingga potensi yang dimiliki Tanjungpinang. Artinya, dengan semakin banyak informasi tentang Tanjungpinang, akan banyak manfaat yang ditimbulkan. Tidak hanya meningkatkan potensi wisata, namun juga mampu memberikan kepercayaan kepada investor untuk menanamkan modalnya di ibu kota itu.

Saya pikir, Syahrul-Rahma tidak hanya duduk manis di kantor. Bagi saya, mereka tipikal orang-orang yang gila kerja. Apalagi, mereka juga mengungkapkan keinginannya membangun Tanjungpinang. Baik itu fisik maupun nonfisik.
Memang, amanah yang diberikan masyarakat Tanjungpinang kepada mereka berdua sangat berat. Namun dengan dukungan dari semua pihak, program dan cita-cita keduanya bisa tercapai. Toh, itu semua demi kemajuan Tanjungpinang. Apalagi sebagai ibu kota provinsi, Tanjungpinang dianggap sebagai “wajah” Kepri. Tidak hanya masyarakat Indonesia, namun juga mancanegara.

Karena pertemuan kami singkat, tidak banyak yang saya gambarkan tentang mereka berdua. Namun, saya dan Syahrul-Rahma sudah berjanji akan menjadwalkan ulang untuk bertemu kembali. Saat itulah, saya akan menulis tentang mereka lebih panjang.
Namun yang pasti, Syahrul-Rahma dan Batam Pos berkomitmen untuk membangun Tanjungpinang. ***

 

 

Guntur Marchista Sunan
Direktur Batam Pos