Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi yang diduga korban diserang buaya, Sabtu (12/5). F. Wijaya Satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Populasi buaya di sejumlah perairan di Kabupaten Lingga semakin mengkhawatirkan. Ini dikarenakan jumlah mereka semakin banyak mengancam keamanan warga.

Iklan

“Saat ini Pemkab Lingga dan Konservasi Sumber Daya Alam bersama pihak ketiga yakni perusahaan pengelola dan penanganan buaya PT PJK belum melakukan MoU,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lingga, Abdul Gani Atan Leman, Rabu (4/7) pagi.

Sementara itu, masyarakat khususnya yang di wilayah sungai Desa Kerandin, Sungai Desa Sungaipinang, Desa Mepar, dan sungai Desa Panggak, harus tetap waspada bahaya semakin tingginya populasi buaya. Keselamatan warga terancam. Sebelumnya telah terjadi sejumlah peristiwa nahas yang mengakibatkan korban jiwa, dimangsa buaya.

Menurut Gani, buaya yang semakin banyak jumlahnya ini, tentunya akan kekurangan makanan. Kondisi ini sangat mengancam keselamatan masyarakat sekitar sungai atau yang sering melakukan aktivitas di sungai tersebut.

Menurut hasil survei dan data yang dimiliki KSDA belum lama ini, buaya tersebut banyak hidup di kawasan sungai Desa Kerandin dan Sungai Desa Sungaipinang. Buaya juga tampak di sungai Desa Mepar dan sungai Desa Panggak sebagai tempat lalu lalang buaya mencari makan.

Dari hasil survei tersebut, KSDA memastikan pihak ketiga yakni PT PJK dapat menangkap buaya sebanyak 200 hingga 300 ekor. Hal ini dilihat dari jumlah pertumbuhan buaya yang sangat banyak. Jumlah penangkapan tersebut juga berdasarkan besar kecil ukuran buaya. “Semoga saja Pemkab Lingga secepatnya melakukan penandatanganan MoU dengan KSDA dan pihak ketiga mengatasi masalah ini,” kata Gani. (wsa)