Sejumlah warga memilih sayuran saat belanja di pasar Mega Legenda, Rabu (4/7). Harga sejumlah sayur di pasar mengalami kenaikan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Harga komoditas di pasar Batam masih tinggi, Rabu (4/7). Yang paling menonjol adalah harga sayuran hijau lokal yang melambung tinggi beberapa hari belakangan ini. Di pasar Fanindo Batuaji misalnya harga sayur hijau seperti bayam dijual Rp 20 ribu per kilogram. Padahal harga jual yang biasa ditawarkan pedagang adalah Rp 8 ribu.

Murni, penjual sayur di Pasar Fanindo mengatakan kenaikan sudah terjadi empat hari belakangan ini. Penyebabnya, curah hujan tinggi, sehingga petani gagal panen, sayur hasil kebun banyak yang rusak. Ditambah pasokan sayur dari Tanjungpinang menipis. “Iya harganya belum turun,” ujar Murni.

Dia mengatakan musim hujan yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat petani kewalahan. Sebab, hasil panen mereka dipengaruhi oleh cuaca, imbasnya pasokan sayur ke pedagang menjadi menipis. “Barangnya susah didapatkan. Harus berebut dengan pedagang lain,” katanya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar Pancur, Seibeduk. Pedagang mengeluhkan harga sayur yang melambung tinggi. Seperti harga bayam Rp 20 ribu kacang panjang Rp 20 ribu, kangkung dan sawi Rp 16 ribu, mentimun Rp 18 ribu,”Untuk bayam, modal yang kami ambil dari petani Rp 15 ribu. Itupun sayurnya tidak langsung dijual, kami harus menyortinya terlebih dahulu, sebab kondisi sayur tidak semua bagus, ada yang busuk dan rusak,” ujar Desi penjual sayur di Pasar Pancur.

Karena itulah, harga sayur menjadi naik dan melambung dengan cepat. “Sayur memang dipengaruhi cuaca,” tuturnya.

Sementara untuk harga komoditas lain seperti cabai, bawang merah dan bawang putih, daging sapi dan beras terpantau stabil.

“Hanya ayam saja ini yang belum turun. Harganya masih Rp 35 ribu per kilogram,” tutup Aan penjual daging di pasar Fanindo. (une)

Advertisement
loading...