Masyarakat nelayan di Desa Busung melempar jaring dan mencari ikan di Pelantar desa tersebut, Rabu (4/7). F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Cuaca yang tak menentu belakangan membuat sejumlah nelayan beralih ke pekerjaan lainnya. Seperti nelayan di Kampung Busung Tengah, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, yang memilih banyak tak melaut, menunggu cuaca bersahabat.

”Ya banyak nukang kalau tak banyak melaut seperti musim angin selatan ini,” ujar Ucup, salah seorang nelayan ketika ditemui di Pelantar Nelayan di Desa Busung, Rabu (4/7).

Ia mengatakan, jika ada yang mengajaknya bertukang maka ia akan bertukang. Tapi jika tidak dia lebih memilih memperbaiki jaring dan alat tangkapnya. ”Macam-macamlah yang dikerjakan. Ikut-ikut bangun rumah orang,” katanya.

Saat ini memasuki musim selatan dan biasanya angin kencang. Terlebih jika angin kencang disertai badai, banyak nelayan tak melaut. ”Kalau melaut dekat-dekat sini aja, bisalah dapat Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu sehari,” katanya.

Nelayan lainnya Atan mengatakan jika musim selatan masih ada nelayan yang mencari ikan, namun mereka biasanya melihat angin dan ombak di laut. ”Kalau nanti memasuki musim utara banyak lagi nelayan tak bisa melaut karena biasanya banyak hujannya,” katanya.

Ia berharap nelayan tak sebatas dibantu namun diberikan pelatihan lainnya juga. Sehingga ketika musim angin kencang saat ini, ada kegiatan yang dikerjakan nelayan.
Sementara itu, Kasat Polair Polres Bintan AKP Norman DJ mengimbau nelayan di Perairan Kabupaten Bintan selalu mengutamakan keselamatan.

Selain itu, jika melihat sesuatu yang mencurgiakan sebaiknya segera melaporkan. ”Kalau cuaca buruk sebaiknya jangan melaut. Demi keselamatan, selalu pakai life jacket. Kepada operator kapal juga sebaiknya utamakan keselamatan penumpang dan lengkapi alat keselamatan,” imbuhnya. (met)

Respon Anda?

komentar