batampos.co.id – Tiga pasar tradisional di Letung Kecamatan Jemaja direvitalisasi sekaligus. Diantaranya pasar ikan, pasar sayur dan pasar pagi Letung yang mayoritas merupakan pedagang kelontong. Ketiganya tersebut direvitalisasi dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.

Revitalisasi pasar ikan dianggarkan sebesar Rp 800 juta, pasar pagi Rp 600 juta dan pasar sayur sekitar Rp 2,3 miliar. Karena revitalisasi dilaksanakan secara bersamaan, maka saat ini tidak ada tempat sementara para pedagang dari tiga pasar tersebut.

”Pasar pengganti belum ada, ini yang menjadi masalah, sekarang Lurah masih mencarikan tempat untuk pasar sementara,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kepulauan Anambas Usman, kepada Batam Pos, Rabu (4/7).

Menurutnya, pasar tradisional Letung sebenarnya dapat digunakan sebagai pasar sementara menjelang pembangunan tiga pasar tersebut selesai. Namun sayangnya pasar tradisional tersebut justru ambruk tanpa sebab. “Memang harusnya pasar tradisional itu bisa jadi pasar sementara, tapi apa boleh buat sekarang sudah ambruk,” ungkapnya lagi.

Ke depan jika tiga pasar sudah selesai direvitalisasi, maka Lurah setempat yang akan mengelola. Pasalnya sejak dari Kabupaten Natuna, pengelolaan pasar dipegang oleh Lurah. “Kita ikut aturan yang sebelumnya saja, biar Lurah yang mengelola,” jelasnya.

Kata Usman, sebenarnya untuk Anambas secara keseluruhan ada enam pasar yang akan revitalisasi. Namun, tiga lagi berada di luar Letung yakni dua pasar di Tarempa Kecamatan Siantan dan satu pasar Desa Air Asuk Kecamatan Siantan Tengah. (sya)

Respon Anda?

komentar