batampos.co.id – Praktisi Pariwisata asal Lombok, Ir. Misbah Mulyadi menegaskan, Natuna menjadi salah satu tumpuan harapan NKRI di sektor strategi ekonomi di masa depan. Natuna memiliki dua bekal besar untuk menjadi sebuah kawasan yang bisa harapkan mempertahankan kedulatan negeri dan kemakmuran bangsa.

Bekal pertama adalah sumberdaya alam yang berlimpah dengan tanahnya yang subur dan lautnya yang banyak mengandung ikan, minyak, gas, dan berbagai jenis warisan budaya berupa Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).
”Kalau tanah dan airnya dikelola dengan lebih giat dan tepat, maka Natuna akan maju puluhan kali lipat dari apa yang ada sekarang,” kata Misbah saat berkunjung ke Natuna Jumat (6/7).

Bekal kedua, Natuna memiliki isu dan letak yang strategis baik. Dari sisi isu Natuna unggul dengan isu Laut Cina Selatan, isu ancamam illegal fishing dan isu perhatian pusat. Kemudian dari sisi letak, geografis Natuna berada di jalur internasional yang ramai dengan lalu lalang armada laut dan udara.

Kemudian Natuna berada di perbatasan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara sehingga lebih mudah diakses banyak negara dibandingkan daerah lain di Indonesia. ”Keduanya menjadikan Natuna lebih mudah dibangun ketimbang daerah yang lain,” sambung pria yang menjadi CEO Selasar Hotel, Senggigi Lombok.

Ia menyarankan, Natuna tidak perlu dirancang dan dibangun dengan program yang muluk-muluk. Mem­bangun Natuna cukup dimulai dengan mengembangkan apa yang sudah dikembangkan masyarakat di sisi darat dan lautnya.

Di darat harus dikembangkan pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata. Sektor-sektor ini dinilainya cocok dikembangkan di Natuna karena tanahnya subur, lahannya tersedia dan pemandangannya indah.

Kemudian di sisi laut, perikanan lebih dikembangkan lagi, infrastruktur dan sarana pelayaran harus diperbanyak. ”Dengan ini, Natuna menjadi wujud dari kawasan harapan yang diharapkan untuk kesejahteraan dan keamanan selama ini,” ujarnya.(arn)

Respon Anda?

komentar