batampos.co.id – Salah satu oknum anggota DPRD Bintan memaksa pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Bintan Utara (Binut) untuk memasukan calon siswa baru. Karena ditolak, wakil rakyat tersebut mengancam akan mengadukan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bintan.

Iklan

”Tapi sama Kadisdik tak ditanggapi juga,” kata salah seorang guru SMPN 11 Binut yang enggan disebutkan namanya kepada Batam Pos, kemarin.

Menurutnya, pihak sekolah tak bisa merealisasikan keinginan oknum anggota DPRD karena minimnya daya tampung sekolah. ”Selain itu, siswa yang dititipkannya itu juga masuk rangking terakhir,” katanya.

Bila dipaksakan masuk dan melebihi kuota yang ditentukan, maka sistem akan berubah warna menjadi merah. ”Bisa rame nanti,” ungkapnya.

Namun sayangnya, Kepala SMPN 11 Bintim, Sudaromi enggan menanggapi persoalan itu. Ia hanya menyampaikan jika ruang kelas di sekolah yang ia pimpin sangat terbatas. Karenanya pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, ia terpaksa menolak sekitar 42 calon siswa baru. ”Sekolah hanya memiliki lima lokal kelas untuk 160 siswa baru, sedangkan yang mendaftar mencapai 202 siswa,” kata Sudaromi.

Karena persoalan tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk memajukan pengumuman. Sehingga calon siswa baru yang tidak diterima bisa mendaftar ke sekolah lainnya. ”Harusnya senin nanti, tapi kami lakukan tadi (kemarin,red),” ungkapnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir mengakui ada 40-an calon siswa yang ditolak pihak sekolah SMPN 11 Binut.

”Tadi mereka langsung dialihkan untuk mendaftar ke sekolah lain. SMP Negeri 13 Binut masih bisa menampung 30-an dan SMP 12 Binut masih bisa menampung 12-an,” jelasnya, kemarin.

Diakui Tamsir, antusias orangtua yang mendaftarkan anaknya ke sekolah pada tahun ajaran 2018/2019 meningkat hingga 5 persen. ”Walau meningkat, daya tampung cukup,” katanya.

Sementara beberapa SD di Kabupaten Bintan jumlah pendaftarnya melebihi kuota. Karenanya Disdik Bintan mengambil inisiatif untuk menambah satu rombongan belajar (rombel) 1 kelas lagi.

Dijelaskannya, setelah pendaftaran selanjutnya akan dilakukan pengumuman siswa baru pada Senin (9/7). Kemudian siswa yang diterima wajib melakukan pendaftaran ulang. Untuk pembelajaran akan efektif mulai 16 Juli 2018. (met)