foto: beritasatu

batampos.co.id – Konektifitas penerbangan di Jawa Timur akan semakin baik. Kemarin (7/7) PT Angkasa Pura II telah mendatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) dan Pemda Jember. Selain itu, kelengkapan berkas untuk calon Bandara Kediri pun tengah dilengkapi.

Penandatanganan MoU antara AP II dan PTPN XII serta Pemda Jember itu untuk pembangunan, pengembangan dan pengusahaan Bandara Notohadinegoro. MoU ini merupakan langkah awal bagi seluruh pihak dalam bekerjasama guna meningkatkan rute, frekuensi, dan kualitas penerbangan di bandara tersebut.

”Seluruh poin yang disepakati dalam MoU tersebut akan didetailkan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerjasama (PKS). Khususnya dalam aspek pengembangan seluruh infrastruktur bandara,” kata President Director AP II Muhammad Awaluddin kemarin.

Rencananya AP II melakukan nilai investasi di Bandara Notohadinegoro sebesar kurang lebih Rp 200 Milyar. Awal menjelaskan jika ada beberapa pembangunan yang dilakukan di bandara tersebut. Pembangunannya antara lain pengembangan landas pacu atau runway dari eksisting 1.645 m x 30m menjadi 2.250 m x 45 m dan pengembangan terminal penumpang. Saat ini terminal penumpang hanya seluas 618 m persegi akan diperbesar menjadi 1800 m persegi. Rencana terminal penumpang akan didesain lebih modern.

”Itu bisa untuk mengakomodir penerbangan Boeing 737 series serta potensi untuk melayani sekitar 300.000 penumpang per tahun,” ucapnya.

Bandara Notohadinegoro Jember dan Bandara Banyuwangi nantinya, menurut Awal akan dioperasikan dengan konsep Multi Airport System. Konsep tersebut akan membuat kedua bandara tersebut dapat saling membackup ketika terjadi sesuatu yang menyebabkan salah satu bandara tutup. Bandara Banyuwangi sendiri mengusung konsep Tourism Airport. Sedangkan Bandara Notohadinegoro Jember nantinya akan digunakan untuk penerbangan Haji dan Umroh.

Jawa Timur juga akan memiliki bandara baru. Bandara baru tersebut akan dibangun di Kediri. Kabag Humas Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sigit Widodo mengatakan jika rencana pembangunan bandara Kediri akan diprakarsai PT Gudang Garam.

”Saat ini sedang diminta untuk mekengkapi tujuh aspek,” katanya.

Tujuh aspek tersbeut antara lain kelayakan pengembangan wilayah, kelayakan ekonomi finansial, dan kelayakan teknis pembangunan. Selain itu juga mengenai kelayakan operasiinal, angkutan udara, lingkungan, dan sosial.

Sigit mengatakan jika progress saat ini dirjen perhubungan udara sudah menyetujuai ijin prinsip lokasi pembangunan bandara. Bahkan telah ada rekomendaai KSAU terkait penggunaan ruang udara.

”Harapan pembangunan dpt dimulai akhir 2018,” bebernya. (lyn)

Respon Anda?

komentar