Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar, Jumat (29/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pelabuhan Batuampar sudah diproyeksikan akan menjadi pelabuhan sentral kontainer. Tidak boleh lagi ada kegiatan selain bongkar muat kontainer disana.

“Batuampar harus jadi sentralisasi kontainer. Kami akan menatanya, tapi sebelum itu harus tahu mitigasi risikonya. Lalu setiap perubahan harus selalu ada akses pro dan kontranya,” kata Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam Nasrul Amri Latif di Grand I Hotel Nagoya, Jumat (6/7).

Selain itu, dalam menata pelabuhan, BP akan meminta masukan dari asosiasi pengusaha di pelabuhan seperti Insa, Alfi, asosiasi bongkar dan para ahli kepelabuhanan.”Kita harus mendengar mereka juga,” jelasnya.

Ia mengakui untuk menata Batuampar menjadi pelabuhan sentral bagi bongkar muat kontainer bukanlah pekerjaan mudah. “Persoalan Batam sudah terlanjut carut-marut sehingga membetulkan benang kusut butuh kehati-hatian,” paparnya.

Untuk tahap awal, BP sudah merencanakan bagaimana pengembangannya dimulai dari pengembangan Dermaga Batuampar.”Pengembangan Batuamapr dibangun berdasarkan rencana jangka panjang. Semuanya direncanakan oleh Kedeputian II,” ungkapnya.

Secara harfiah, Nasrul mengungkapkan bahwa pengembangan Batuampar membutuhkan modal sebanyak Rp 2 hingga 3 triliun.”Itu merupakan hitung-hitungan kasarnya. Mengenai anggarannya darimana. Nanti bisa direncanakan dari skema kerjasama,” pungkasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar