batampos.co.id – Generasi akan datang harus mampu menjadi lokomotif pembangunan masyarakat dan bangsa untuk lepas dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Maka dari sekarang harus disiapkan generasi emas sehingga tahun 2045 generasi emas ini sudah berkiprah di masyarakat.

Itulah salah satu poin penting Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Pendidikan Karimun, Selasa (10/7). Hadir sebagai narasumber; Ketua Pokja Pendidikan Keluarga Riza Kurniati, Kasat Binmas Polres Karimun AKP Eriman, dan Fasilitator Pendidikan Keluarga Richa Irma Dhiyanti.

”Untuk mencapai target men­ciptakan generasi emas, harus diawali dari keluarga. Mu­lai dari kreatif, kompeten, karakter, dan kolaboratif yang dapat diimplementasikan da­lam program kemitraan sekolah dan keluarga,” ujar Riza Kurniati.

Menurutnya, peranan orangtua sangatlah penting dalam membentuk anak hebat yang dibarengi dengan pendidikan akhlak yang kuat. Sehingga dapat sejalan dalam menimba ilmu bagi anak-anak tersebut.

Dalam menciptakannya ada beberapa tahapan pembinaan, yakni kesepakatan peran kelu­arga di rumah dan di sekolah, penguatan kompentensi ke­luarga (orangtua) serta per­luasan peran keluarga hebat.

”Salah satunya adalah keterli­batan orangtua dalam perte­mu­­an dengan wali kelas. Se­perti tahun ajaran sekarang ini, orang tua harus tahu ba­gaimana proses belajar mengajar hingga pakaian sekolah dan sebagainya,” ungkapnya.

FGD Kelompok Kerja Pendidikan Keluarga ini dapat dikolaborasikan dengan penguatan ke sekolah-sekolah, yang sudah dilakukan dua tahun lalu dari Kementerian pendidikan RI. ”Yang jelas agar output dapat dihasilkan, diperlukan peranan semua elemen masyarakat,” kata Reza.

Kasat Bimas Polres Karimun AKP Eriman memberikan pemaparan hukum sesuai dengan UU nomor 35/2014 tentang nilai-nilai pendidikan keluarga agar tidak ada distriminasi. Kepentingan yang terbaik bagi anak maupun dalam hal kelangsungan dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak harus dilindungi.

”Di sini kita berikan eduka­si agar jangan terjadi kekerasan terhadap anak. Apalabila anak nakal, mari kita lakukan pende­katan secara sosiokultural bersama keluarga yang setidaknya mencakup beberapa hal. Seperti fungsi biologi, edukatif, religius, protektif dalam proses perkembangan anak tersebut,” tuturnya.

Sementara Fasilitator Pendidikan Keluarga Karimun, Richa Irma Dhiyanti membahas penyelesaian permasalahan tingkah laku anak. Dalam perkembangannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu kurang motivasi, kurang hubungan antar-orangtua maupuan sosial budaya, kurang sinkronisasi pelayanan. ”Dikarenakan sekarang zaman digital, anak-anak kita harus bijak dalam menggunakan telepon pintar. Dan paling penting, komunikasi harus terbuka antara anak dan orangtua,” ucapnya.(tri)

Respon Anda?

komentar