Rianti, 35, pedagang cabai di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah pedagang kembali mengeluhkan kenaikan harga sejumlah komoditas, Selasa (10/7). Kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai merah, cabai rawit, kangkung, bayam, sawi, dan tomat.

Iklan

Harga cabai merah naik Rp 43 ribu dari harga sebelumnya Rp 35 ribu, sayur bayam dan sawi naik Rp 20 ribu, dari Rp 18 ribu, kangkung Rp 18 ribu dari Rp 14 ribu, dan tomat Rp 20 ribu dari harga biasa Rp 14 ribu.

Faridah, pedagang sayur di Pasar SP Plaza mengatakan harga cabai baru naik empat hari belakangan ini. Faktornya diduga karena cuaca dan musim hujan yang terjadi di Batam.

“Cabainya dikirim dari Jawa, Medan dan Mataram, karena cuaca pengirimannya jadi terlambat dan imbasnya harga cabai naik,” ujar Faridah.

Sedangkan untuk harga sayur memang sudah naik dua minggu yang lalu. Menurutnya kenaikan juga disebabkan cuaca, petanu lokal di Barelang dan Batuaji banyak gagal panen. Imbasnya pasokan sayur yang masuk ke pasar sedikit, padahal permintaan pasar cukup tinggi.

“Kami harus berebut dengan pedagang lainnya,” kata Faridah.

Pedagang lain, Sudirman mengatakan musim hujan sedikit banyaknya mempengaruhi harga. “Pasokannya yang menipis, harga melambung tinggi,” ujarnya.

Tak berbeda dengan pasar Fanindo, Batuaji harga komoditas tersebut juga naik. Murni pedagang setempat mengaku dalam bulan ini harga sayur sudah tiga kali alami kenaikan. “Sayur naik turun karena cuaca,” jelasnya.

Kenaikan komoditas ini juga banyak dikeluhkan warga. Terutama untuk harga cabai yang naik hampir Rp 10 ribu per kilogram. “Kadang tak enak jual tinggi. Dikira kami yang semaunya naikkan harga padahal memang dari pemasoknya,” tutup Murni.

Naiknya harga cabe ini disebabkan menurunnya pasokan yang masuk ke Batam.

“Memang berkurang yang masuk. Kata distributor cuaca yang kurang bersahabat membuat pengiriman sedikit terhambat,” kata Asep salah seorang pedagang di Pasar Tibancenter, Sekupang, Selasa (10/7).

Tidak hanya cabai, Asep menyebutkan komoditas lain yang juga naik diantaranya terjadi pada sayur Bayam yang mencapai Rp 18 ribu per kilogram, Kangkung Rp 15 ribu, tomat Rp 18 ribu dari harga sebelumnya hanya Rp 13 ribu.

Ia mengatakan pasca lebaran harga komoditas turun naik. Ia tak bisa memperkirakan hingga kapan harga ini bisa bertahan atau turun.

“Walau banyak yang nanya kenapa mahal, tetap saja dibeli,” ujar pria asal Majalengka ini.

Asep melanjutkan komoditan lainya yang stabil dan tidak mengalami kenaikan yakni bawang merah Rp 24 ribu dan bawang putih Rp 14 ribu perkilogramnya. Sementara telur yang beberapa waktu lalu dijual Rp 33 ribu untuk satu papan atau 30 butirnya naik menjadi Rp 44 ribu.

“Telur yang juga cukup drastis naiknya. Memang dari agennya naik. Jadi kami jual juga naik,” ungkapnya.(yui/une)