Ratusan turis asal Tiongkok tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Jumat (2/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Kepulauan Riau (Kepri), mengusulkan agar pemerintah di lingkungan Kepri, baik itu Badan Pengusahaan (BP) Batam, Pemerintah Kota (Pemkot) Batam dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri memberikan insentif bagi tour and travel yang dinilai memberikan kontribusi mendatangkan wisatawan di Kepri.

Iklan

Ketua ASITA Kepri, Andika Lim menjelaskan, saat ini pariwisata memegang peranan yang cukup strategis dalam membantu pertumbuhan ekonomi Kepri. Walaupun belum signifikan, tapi efek lain dalam bentuk peningkatan nilai jual produk-produk pariwisata dengan hadirnya wisatawan, cukup menjaga gairah ekonomi masyarakat.

Secara kumulatif, Januari sampai Mei 2018, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau mencapai 944.536 kunjungan. Jumlah itu naik
13,76 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 830.310 kunjungan.

“Harusnya ada insentif dan hitungannya nanti kita sesuaikan. Bisa dari jumlah wisatawan yang bisa dibawa masuk. Tentu itu akan menjadi motivasi tersendiri bagi pelaku usaha ini,” kata Andika ketika dihubungi pada Selasa (10/7).

Selain itu, Andika menjelaskan bahwa, pemerintah juga perlu memperkaya destinasi wisata. Sehingga wisatawan bisa bertahan lama dalam kunjungannya ke wilayah Kepri.

Saat ini tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepri pada bulan Mei 2018 mencapai rata-rata 46,98 persen atau turun 6,52 poin dibanding TPK April 2018 sebesar 53,30 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Mei 2018
adalah 1,64 hari, atau turun 0,44 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada April 2018.

“Dengan menciptakan kawasan wisata baru, saya kira kita bisa lebih banyak mendapat keuntungan dari mereka (wisatawan) saat ini saja kita sudah mendapatkan manfaatnya, apalagi mereka lama tinggal di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menyambut baik usulan yang disampaikan. Pariwisata memang menjadi sektor yang diharapkan bis mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kepri, khsusnya Batam.

BP Batam sendiri telah melakukan langkah-langkah strategis dengan membuat beragam kegiatan pariwisata berstandar internasional untuk menghadirkan wisatawan dan dinilai membawa angin segar ditengah kondisi ekonomi yang kurang baik.

(bbi/JPC)