Orangtua dan calon siswa mendatangi SMAN 23 di Sagulung untuk mendaftarkan anaknya, Senin (2/7). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kepri menambah kuota penerimaan siswa SMA Negeri di Batam. Penambahan ini agar dapat ribuan siswa yang tidak lulus PPDB online beberapa waktu lalu.

Iklan

Dari data didapat Batam Pos

  • SMAN 1 Batam mendapatkan tambahan 2 lokal,
  • SMAN 3 mendapatkan tambahan 2 hingga 4 lokal,
  • SMAN 4 mendapatkan tambahan 2 lokal,
  • SMA 5 mendapatkan tambahan 4 lokal,
  • SMA 7 mendapatkan tambahan 2 lokal,
  • SMAN 8 mendapatkan tambahan 5 hingga 7 lokal
  • SMAN 12 mendapatkan tambahan 2 lokal.

“Dari rekapan data yang saya miliki, hanya itu baru. Tapi untuk sekolah SMAN lainnya di Batam yang muridnya membludak, saya pastikan akan ada penambahan rombongan belajar (Rombel,red),” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, M Dali, Rabu (11/7).

Ia mengatakan sistem pendaftaran untuk tambahan lokal ini masih akan dirapatkan terlebih dahulu. Namun yang pasti pendaftaran akan dilakukan secara offline.

“Kami selesaikan dulu daftar ulang PPDB online. Setelah itu baru dijadwalkan pendaftaran offlinenya,” ujar Dali.

Penambahan lokal ini, kata Dali mengakomodir permintaan masyarakat. Selain itu, penambahan ini diharapkan anak-anak kurang mampu dapat mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Sehingga mengurangi beban orangtua siswa.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri melalui PPDB offline, Dali memiliki beberapa saran. Orangtua haruslah menghitung peluang anaknya masuk sekolah negeri.

“Kadang ada sekolah yang banyak diminati masyarakat, anak-anak yang masuk ke sana nilainya tinggi-tinggi. Orangtua yang anaknya nilainya sedikit rendah, haruslah memperhitungkan ini. Masukan anak ke sekolah yang sedikit peminatnya,” ucapnya.

Dengan cara ini, Dali yakin orangtua dapat menyekolahkan anaknya di SMA Negeri.

“Karena untuk masuk sekolah, tetap menggunakan sistem data dengan nilai. Jadi tolong perhatikan ini,” ungkapnya

Dali menuturkan beragam masalah di PPDB kali ini dihadapinya.

“Ini masih melakukan merekap problem PPDB yang masuk,” ucapnya.

Dari hasil PPDB online se Batam, tercatat siswa yang tidak lulus masuk SMAN sebanyak 1.575 orang.

Dali mengatakan di Batam masih ada beberapa sekolah yang kekurangan murid yakni di

  • SMAN 4 kurang 15 siswa,
  • SMAN 12 kurang 17 siswa,
  • SMAN 17 kurang 39 siswa,
  • SMAN 18 kurang 9 siswa,
  • SMAN 19 kurang 67 siswa,
  • SMAN 21 kurang 56 siswa,
  • SMAN 24 kurang 73 siswa.

“Tak hanya menambah lokal saja, kami arahkan kalau bisa orangtua siswa menyekolahkan anaknya ke SMA negeri yang kekurangan murid itu,” tuturnya.

Sementara itu, siswa yang tidak lulus SMKN di Batam sebanyak 1.191 orang. Dali merinci

SMKN 1 Batam kelebihan siswa sebanyak 547 orang, namun kekurangan siswa untuk jurusan tertentu sebanyak 61 siswa.

SMKN 2 Batam kelebihan siswa 214 orang, dan kekurangan siswa 10 orang.

SMKN 3 Batam kekurangan siswa sebanyak 53 orang.

SMKN 4 Batam kelebihan 23 siswa.

Sedangkan SMKN 5 Batam kelebihan 175 siswa dan kekurangan 10 siswa.

Sementara itu SMKN 6 Batam kekurangan 47 siswa.

SMKN 7 Batam kelebihan 185 siswa, sedangkan SMKN 8 Batam kekurangan 101 siswa.

Dibandingkan daerah lainnya di Kepri, Batam urutan pertama menyoal tentang siswa tidak tertampung. Urutan kedua ditempati oleh Tanjungpinang dan Karimun. (ska)