batampos.co.id – Tender pengelolaan air Batam akan dilakukan pada pertengahan tahun 2019. Saat ini Badan Pengusahaan (BP) Batam tengah bersiap untuk proses mengakhiri tender dari ATB.

Iklan

“Lelang diperkirakan akan dibuka pertengahan tahun depan. Saat ini kami tengah menghitung nilai-nilai aset ATB,” kata Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan, Rabu (11/7).

Penghitungan aset ATB memerlukan waktu setahun karena asetnya sangat banyak sekali. Apalagi ATB sudah mulai bekerja sejak tahun 1995.

Setelah penghitungan aset selesai, maka aset-aset milik BP akan dikembalikan ke pemerintah pusat.”Baru setelah itu kita tender lagi,” jelasnya.

Selain penghitungan nilai aset, saat ini juga masih menunggu penetapan dari pemerintah terkait penanggung jawab proyek kerjasama (PJPK). Apakah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau BP Batam. Pihak BP masih melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Untuk pengelolaan air berikutnya tak sepenuhnya akan dilakukan swasta dari hulu ke hilirnya. Dua bagian itu akan dipisah. Dari tujuh instalasi pengolahan air yang ada di Batam saat ini, diperkirakan akan dipilih satu atau dua pengelolanya.

“Persentase kepemilikan investor lokal mesti lebih besar dibandingkan saham milik negara luar atau asing. Begitupun dengan sistem kerjanya,” ungkapnya. (leo)