Orangtua siswa antri saat akan melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan orangtua di Batuaji dan Sagulung kembali mendatangi SMAN 5 dan SMAN 23 Batam di Sagulung, Rabu (11/7). Mereka menuntut dua sekolah itu kembali membuka PPDB jalur offline sehingga anak-anak mereka yang tak lolos pada PPDB online kembali diterima.

Dengan penuh harapan ratusan orangtua tersebut menemui kepala SMAN 5 Bahtiar yang juga merangkap sebagai panitia PPDB SMAN 23. Kepada Bahtiar mereka menyampaikan keluh kesah mereka bahwasannya mereka tak mampu menyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta. SMAN 5 atau 23 adalah pilihan yang tepat bagi bagi anak-anak mereka untuk melanjutkan jenjang pendidikan tingkat SMA. “Kami warga dari lingkungan dua sekolah ini pak. Saya di Seilangkai masuk zonasi SMAN 5 sementara ibu dan bapak-bapak lain ini dari Buliang yang masuk zonasi SMAN 23. Kalau tak diterima di sini mau dimana lagi anak kami sekolah pak. Swasta tak sanggup kami pak,” ujar Mahmud, seorang warga di SMAN 5, kemarin.

SMAN 5 dan 23 untuk sementara waktu belajar di lokasi sekolah yang sama yakni di gedung SMAN 5. Itu karena SMAN 23 yang baru memasuki tahun ajaran pertama belum memiliki gedung sendiri. Rencananya gedung SMAN 23 akan dibangun di kelurahan Buliang Batuaji.

Keluhan dan permintaan masyarakat itu direspon Bahtiar dengan mengusulkan penambahan rombongan belajar ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

“Saya akan usulkan penambahan rombel lagi bapak ibu. Kami panitia sudah pertimbangan untuk SMAN 5 diusulkan tambah tiga rombel dan SMAN 23 dua rombel. Jika usulan ini disetujui Dinas maka kami akan jalankan pendaftaran jalur offline khusus untuk anak di sekitar lingkungan sekolah yang dibuktikan dengan kartu identitas,” ujar Bahtiar.

Jika usulan tersebut diterima maka daya tampung siswa baru untuk SMAN 5 Batam tahun ini jadi 10 rombel dengan estimasi perlokal maksimal 40 siswa. Begitu juga dengan SMAN 23 total jadi lima rombel dengan jumlah siswa perombel sama yakni makskmal 40 orang.

“Karena jalur online kemarin SMAN 5 sudah buka untuk tujuh rombel sementara SMAN 23 tiga rombel. Jumlah siswa perkelas nantinya juga akan ditambah sesuai dengan keadaan maksimal 40 siswa perlokal,” ujar Bahtiar.

Kepada Batam Pos Bahtiar mengaku, tak punya pilihan lain sebab di wilayah Sagulung dan Batuaji masih kekurangan SMAN. Jika dia tak mengusulkan penambangan rombel tersebut maka ratuasan anak di sekitar lingkungan sekolah terancam tak bisa melanjutkan pendidikan mereka.

“Tapi ini hanya sebatas upaya kami saja. Kebijakan tetap di Dinas. Kalau Dinas setujui proses PPDB untuk rombel tambahan ini akan segera dilakukan,” tutur Bahtiar. (eja)

Respon Anda?

komentar