batampos.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Lingga Riono mengajak seluruh perangkat daerah dan lapisan masyarakat mendukung suksesnya Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) World Coconut Day. Pasalnya, Kabupaten Lingga berkesempatan menjadi tuan rumah pada pertemuan yang diikuti 18 negara penghasil kelapa di Asia Pasifik ini.

“Selain 18 negara penghasil kelapa, 268 kepala daerah turut diundang dalam perhelatan tingkat internasional tersebut,” kata Riono saat, Rabu (11/7) pagi. Selain memperkenalkan Kabupaten Lingga, kegiatan tersebut bertujuan agar produksi kelapa yang menjadi andalan Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini dapat dipasarkan ke seluruh negara yang tergabung dalam persatuan itu.

Untuk itu, Riono juga mengingatkan Pemkab Lingga lebih profesional dalam menjalankan dan menyukseskan kegiatan tersebut. Karena kegiatan ini menghasilkan kebaikan dan kemajuan bagi masyarakat Lingga. Apalagi kegiatan dilangsungkan pada 2 September mendatang.

“Terpilihnya Kabupaten Lingga sebagai tuan rumah KTT World Coconut Day setelah pertemuan beberapa waktu lalu antara daerah penghasil kelapa di Gorontalo. Dari hasil pertemuan, Lingga ditunjuk sebagai tuan rumah,” kata Riono.

Sejak tahun lalu, Pemkab Lingga memang gencar membangun kawasan industri pengolahan kelapa di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan. Pada tahun ini saja, Pemkab Lingga menerima bantuan dana dari DAK Pusat sebesar Rp 11,6 miliar untuk pembangunan sejumlah bangunan pengolahan berbagai kegunaan kelapa, yang merupakan lanjutan dari pembangunan tahun lalu.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fisik utama yakni pembangunan pengolahan minyak goreng, pembanguanan produksi pengolahan nata decoco, pembangunan lantai jemur coco pit, pembangunan produksi olahan briket arang dan pembangunan produksi olahan kopra menggunakan dana sebesar Rp 7,4 miliar.
Selain itu, dana tersebut juga termasuk dalam kegiatan pengadaan mesin minyak goreng dan pengolahan sabut kelapa yang menyerap anggaran sebesar Rp 1,08 miliar dan kegiatan lainnya. (wsa)

Respon Anda?

komentar