ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang mengamankan satu dari dua jambret yang beraksi di kawasan Nagoya, Selasa (12/7) lalu.

Pelaku yang bernama Yusnadi, 33, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kedua bagian kakinya karena melawan saat hendak ditangkap petugas.

Dari pengakuan Yusnadi, ia terpaksa menjambret karena tidak memiliki pekerjaan tetap dan kecanduan narkotika jenis sabu. Saat ditangkap oleh jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang, Yusnadi juga masih dipengaruhi narkoba.

“Rencana untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk beli sabu,” kata Yusnadi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, penangkapan Yusnadi bermula dari laporan yang dibuat oleh korban, Novia Pardewi. Saat itu, Ia menjadi korban jambret Yusnadi dengan rekannya berinisial A, 25 di kawasan Nagoya.

“Sampai saat ini, rekannya yang berinisial A itu masih kita lakukan pengejaran. Kami sudah mengantongi identitas pelaku berinisial A ini,” kata Andri.

Dari laporan yang dibuat oleh korban, diketahui bahwa Yusnadi tinggal di Kecamatan Belakang Padang. Selajutnya, Unit Opsnal Polresta Barelang langsung melakukan pengejaran ke Belakang Padang. Namun, sesampainya di sana Yusnadi telah kabur ke Batam.

“Selanjutnya kita kejar ke Batam dan berhasil ditangkap di Batam. Saat ditangkap, pelaku melakukan perlawanan sehingga kita berikan tindakan tegas,” ujarnya.

Selanjutnya, Yusnadi dibawa ke Polresta Barelang untuk dimintai keterangannya. Dari hasil pemeriksaan, Yusnadi juga pernah ditangkap oleh kepolisian Malaysia karena tersandung masalah overstay dan dideportasi ke Batam.

“Selain masih mengejar rekannya, kami juga masih memintai keterangan pelaku untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” imbuh Andri. (gie)

Respon Anda?

komentar