batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemo Batam) akan mendirikan dua unit sekolah baru (USB) rintisan SMP Negeri di Sagulung dan Seibeduk, tahun ini. Kedua USB itu mampu menampung 400 siswa baru yang tidak lulus dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018.

Iklan

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hernowo merinci, kedua SMP negeri rintisan itu masing-masing memiliki kapasitas lima rombongan belajar (rombel).

Kedua SMP negeri rintisan itu masing-masing SMPN 58 Batam yang akan dibuka di Kecamatan Seibeduk. Untuk sementara, SMPN 58 akan menumpang di SDN 007 Seibeduk. Rencananya, gedung SMPN 58 akan dibangun di sekitar Kampung Bagan, Kelurahan Tanjungpiayu, Seibeduk.

“Sekolah baru di Seibeduk terdiri dari lima rombel, satu rombel maksimal 40 orang. Kalau rata-rata 40 kan 200 orang jadinya, tapi kami persiapkan 177 kuota di sana,” kata Hernowo, Jumat (13/7).

Selain membuka sekolah baru, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam juga menambah rombongan belajar (rombel) atau kelas di sejumlah SMP negeri di wilayah Seibeduk. Antara lain di SMPN 16 sebanyak dua rombel, SMPN 40 dua rombel, dan SMPN 54 sebanyak satu rombel. Masing-masing rombel terdiri dari 40 siswa.

“Dengan kebijakan ini, semua anak usia sekolah SMP di Seibeduk akan tertampung semua di SMP negeri. Kalau SD memang sudah tidak ada masalah, karena banyak warga sadar juga sekolahkan anaknya ke swasta,” katanya.

Sementara di wilayah Kecamatan Sagulung, Pemko Batam akan membuka sekolah rintisan SMPN 59. Untuk sementara SMPN 59 akan menumpang di gedung SDN 019 Sagulung yang berlokasi di Kelurahan Tembesi, Sagulung. Nantinya, gedung SMPN 59 akan dibangun di Buana Bukit Permata, Sagulung, di atas lahan fasilitas umum (fasum) yang diberikan warga ke Pemko Batam.

“Mampu (menampung) lima kelas juga nanti, jumlah siswa sekitar 200 orang juga,” terangnya.

Seperti halnya di Seibeduk, Disdik Kota Batam juga menambah beberapa rombel di sejumlah SMP negeri di wilayah Kecamatan Sagulung. Misalnya di SMPN 09 sebanyak dua rombel, SMPN 21 ditambah satu rombel, SMPN 36 ditambah dua rombel, SMPN 37 ditambah dua rombel, SMPN 50 dua rombel, dan di SMPN 27 sebanyak enam rombel.

“Di Kecamatan (Sagulung) ini hanya SMPN 35 yang tidak nambah (rombel), bahkan kurang (murid) 15 orang,” ucap dia.

Sementara di wilayah Kecamatan Batuaji Hernowo memastikan tidak ada pembukaan SMP negeri baru tahun ini. Karena lokasi lahan yang dimiliki Pemko Batam cukup jauh, yakni di sekitaran Tanjunguncang.

Maka Disdik hanya menambah kuota per kelas hingga 40 orang dan menambah rombel. Seperti SMPN 26 Batam tambah dua rombel, SMPN 11 tambah lima rombel, dan di SMPN 53 dua rombel. Sedangkan di SMPN 38 di Batuaji tidak ada penambahan rombel.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Batam Hendri Arulan mengatakan, pembangunan SMPN 58 di Seibeduk dianggarkan pada 2019 mendatang. Sementara SMPN 59 di Sagulung diperkirakan akan dibangun pada 2020 mendatang. Namun demikian, ia mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan DPRD Batam agar dua sekolah tersebut dibangun secara bersamaan pada 2019 mendatang.

“Kami intenskan komunikasi dengan DPRD Batam, terutama mitra Disdik Komisi 4 DPRD Batam. Mudah-mudahan bisa terealisasi. Kalau bisa selesai di 2019, kenapa tidak?” ucap dia.

Wali Kota Batam Muhamamad Rudi menyampaikan akan menunggu laporan dari Disdik terkait hal ini. Ia mengaku, rencana awalnya pembangunan sekolah baru dilakukan di tiga kecamatan yakni di Sagulung, Seibeduk, dan Batuaji.

“Mereka akan laporkan berapa ruang, tanah ada atau tidak. Dan kami akan rapatkan,” katanya.

Sebelumnya, ia menilai pembukaan sekolah negeri baru adalah jawaban akan persoalan PPDB tahun ini terkait banyaknya calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri. “Satu-satunya jalan buka sekolah baru,” kata Rudi usai rapat dengan kepala SD dan SMP negeri bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (12/7) sore.

Walikota Batam, HM Rudi menemui orang tua calon siswa di SDN 019, Sagulung,Kamis (12/7). F Dalil Harahap/Batam Pos

Ia menilai, kebijakan menambah kuota dan rombongan belajar tak cukup menampung calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri yang terlalu banyak. Bahkan sekolah barupun tak serta merta diikuti pembangunan infrastruktur sekolah, minimal dalam waktu dekat.

“Sekolah baru akan numpang di sekolah yang sudah ada terlebih dahulu,” katanya.

Akomodir Calon Siswa Tak Lulus

Sebanyak 455 calon siswa SMP di Batuaji yang tidak lolos PPDB online beberapa lalu dipastikan akan diakomodir sejumlah SMP negeri di wilayah itu. Caranya dengan menambah rombongan belajar di beberapa SMP negeri di wilayah Batuaji. Kebijakan diambil Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai berdialong dengan masyarakat Batuaji di aula SMKN I Batam di Batuaji, Jumat (13/7).

Kepada masyarakat Rudi menegaskan, Pemko Batam benar-benar memperhatikan pendidikan di kota Batam. Meskipun berhadapan dengan persoalan daya tampung sekolah yang belum memadai, Pemko akan berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu, yang tidak sekolah.

“Kalau tak mampu di swasta tentu sekolah negeri harus tampung,” ujar Rudi disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Sebelum memberikan solusi, seperti biasa Rudi terlebih dahulu mendengarkan keluhan masyarakat. Hasilnya sama seperti wilayah kecamatan lain, masyarakat umumnya menyampaikan anak mereka terancam tak bisa sekolah karena tidak lolos PPDB online tahun ini.

Kabid Dimen Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hernowo menuturkan, di Kecamatan Batuaji ada 455 tamatan SD yang tidak tertampung di empat SMPN yang masuk zonasi Batuaji. Mereka tidak lolos pada PPDB online dengan sistem zonasi. “Persoalannya sama Pak Wali, daya tampung,” ujar Hernowo kepada Wali Kota Batam, Rudi.

Akhirnya diputuskan, 455 calon siswa yang tak lolos PPDB online langsung diterima melalui jalur offline di empat sekolah yang ada. SMPN 26 yang semula sudah terima 160 siswa melalui jalur online kembali ditambah 76 calon siswa yang tidak lolos PPDB. SMP 38 ada penambahan 29 calon siswa yang belum diakomodir. Sebelumnya sekolah tersebut sudah menerima 144 siswa melalui jalur online.

Selanjutnya SMPN 53 juga menambah 87 siswa yang belum tertampung. Sebelumnya sekolah tersebut sudah terima 180 siswa melalui jalur online. Dan yang terakhir SMPN 11 juga menambah daya tampung hingga 205 siswa.

Dari penambahan siswa tersebut tentu rombongan belajar juga bertambah. SMPN 11 yang semula sembilan rombel ditambah jadi 13 rombel. SMPN 53 tetap tujuh rombel namun harus dua sif. Begitu juga dengan SMPN 38 akan menambah satu rombel dan SMPN 26 dari enam jadi delapan rombel.

Usul Iuran Beli Kursi

Sementara di SMPN 36 Sagulung, komite sekolah tersebut mengusulkan agar para orangtua calon siswa iuran untuk membeli meja dan kursi belajar. Hal ini dinilai bisa menjadi solusi agar calon siswa yang tak lulus PPDB online bisa tetap ditampung di sekolah tersebut.

“Yang jelas kita cari solusi sama-sama, kalau semua punya semangat, masalah anggaran untuk kelas bisa teratasi dan anak-anak bisa sekolah,” ucap Camat Sagulung Reza Khadafy, Jumat (13/7).

Usulan yang ditawarkan komite sekolah pun disambut baik oleh Wali Kota Muhammad Rudi,saat berdialog dengan warga Sagulung, Kamis (12/7) lalu. Untuk menghindari pungli, Rudi meminta kepada komite maupun orangtua untuk membuat surat penyataan bersedia menyumbang untuk keperluan sekolah.

“Buat surat penyataan di atas materei. Saya mendukung jika komite dan orangtua punya inisiatif begini, sama-sama membantu,” ucapnya.

Kendati demikian, banyak orangtua yang menentang usulan itu. Mereka menolak pungutan tersebut.

Sebelumnya SMPN 36 Batam yang berlokasi di Kelurahan Seibinti, Sagulung, ini sudah menerima 216 siswa dari 331 yang mendaftar. Artinya masih ada 115 anak yang tidak tertampung di sekolah tersebut. (iza/eja/une/ska)