ilustrasi / malayalamemagazine.com

Karin, 31, setengah tak percaya dengan keputusan yang ia buat sendiri. Namun ia mengaku tak ada pilihan lain selain menceraikan suaminya. Akunya, ia sudah tak tahan dengan bau mulut suami, Donwori, 35, yang tak enak banget.

“Dia tuh, mulutnya bau naga (tak enak, Red), sampai tak betah aku kalau ngomong dekat-dekat sama dia,” katanya setengah berbisik saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya.

Karin menjelaskan, sejak pacaran, ia sudah mengetahui masalah yang diderita suaminya. Namun ia tak pernah menyangka imbasnya akan panjang dan rumit saat berumah tangga. Bau mulut ini, berimbas pada gairah bercintanya di atas ranjang. Gara-gara bau mulut gairahnya berkurang.

“Jujur ya. Masalah ini sampai ganggu aktivitas bercintaku. Ganggu juga pas ciuman gitu, jadi gak betah lama-lama,” kata perempuan Tambaksari ini.

Karena tak tahan, beberapa kali sebelum berhubungan, Karin memaksa Donwori untuk sikat gigi dan makan permen dulu. Namun rupanya tak ada hasilnya. Mulut suaminya tetap saja bau naga. Kadang, suaminya juga makin marah-marah jika diminta harus gosok gigi dan yang lain.

“Mungkin dia ya tersinggung juga tapi mau gimana lagi aku gak tahan. Kadang aktivitas itu juga batal gara-gara Mas Donwori marah,” imbuhnya.

Karena tak mendapatkan kepuasan dengan Donwori, Karin kerap beberapa kali ingin berpindah ke lain hati. Namun keinginan ini sempat beberapa kali ia tekan.

“Apalagi ya, aku juga malu sama teman-teman dan kolega, setiap kali ngobrol. Mereka kayaknya juga terganggu sama bau mulutnya itu,”imbuhnya.

Namun begitu, imbuh Karin, masalah ini tidak ia ungkapkan langsung di depan hakim, apalagi di depan keluarganya. Ia hanya mengatakan bahwa sudah tak ada lagi kecocokan antara dirinya dengan suami.

“Kasihan kan, itu juga aib dia. yang penting aku dan dia sama-sama legawa,” pungkasnya. (sb/is/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar