Iklan
Seorang warga menunjukkan penahan ombak yang rusak di Kampung Busung Ujung akibat dihantam ombak, Sabtu (14/7) malam. F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Batu miring penahan ombak di Kampung Busung Ujung Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan kian memprihatinkan. Sabtu (14/7) malam lalu, batu miring penahan ombak pantai kembali roboh setelah dihantam ombak.

Iklan

Pantauan di lapangan, jika dibandingkan setahun yang lalu kerusakan batu miring penahan ombak dekat rumah warga makin meluas. Bahkan salah satu rumah warga, baru miring penahan ombak yang tersisa hanya di jembatan kayu yang menghubungkan dengan rumahnya.

”Kalau dibiarkan lama-lama jalan ke rumah saya habis karena abrasi. Bisa terputus jalan ke sini,” kata Warga Kampung Busung Ujung Anto, 32.

Ia mengatakan sebenarnya masyarakat telah lama mengusulkan melalui musyawarah rencana pembangunan desa. Hanya usulan musrenbang di tingkat desa selalu tak terakomodir ketika dibawa ke musrenbang tingkat kabupaten. ”Desa selalu mengusulkan,” katanya.

Anto mendengar jika Pemdes Busung akan menganggarkan rehabilitasi batu miring pemecah ombak tahun depan melalui dana desa. Namun menurut dirinya anggaran dana desa tidak akan kuat untuk merehabilitasi batu miring yang rusak.

”Anggarannya besar, kalau dari dana desa tak akan kuat. Harapan masyarakat ada bantuan melalui APBD kabupaten atau provinsi,” ujarnya.

Kepala Desa Busung Rusli ketika dikonfirmasi mengatakan Pihak Pemdes telah berulang kali mengusulkan pembangunan penahan ombak melalui musrenbang. Bahkan tahun 2018, tim yang diterjunkan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPera) Bintan telah melakukan pengukuran dan mengkaji pembangunannya.

Hanya dirinya tidak tahu estimasi pembangunan batu miring penahan ombak sepanjang lebih kurang 600 meter. ”Dari sekitar 600 meter batu miring penahan ombak, kerusakan sekitar 400 meter. Tahun 2019, Pemkab akan berupaya menganggarkan semoga terealisasi,” jelasnya.(met)