batampos.co.id – Tepat sebulan menjelang Asian Games 2018, api obor Asian Games yang berasal dari New Delhi dan Mrapen, Grobokan disatukan di Yogyakarta, Rabu (18/8) malam. Api obor tersebut selanjutnya akan diarak melewati 18 provinsi, 54 kota, dan 64 titik sejauh 18.000 kilometer.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima api hasil penyatuan yang berasal dari Stadion Nasional Mayor Dhyan Chand, New Delhi, India dan api abadi Mrapen Grobogan itu. Api dari India dibawa legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti. Sedangkan api Mrapen dibawa mantan atlet tenis Yustedjo Tarik.

Selanjutnya JK menyerahkan obor tersebut kepada atlet badminton asal Yogyakarta Christina Finarsih pada acara yang dirangkai dengan konser musik di di Lapangan Brahma Candi Prambanan.

JK menuturkan, penyelenggaraan Asian Games merupakan kebanggan tersendiri bagi Indonesia. Pemerintah, kata JK, memasang target sepuluh besar. Atlet Indonesia sekarang masih ada yang berlatih di dalam dan luar negeri.

“Saya kira ini latihan yang paling intensif dari semua event yang ada,” ujar dia.

Terpisah, Yustedjo Tarik menuturkan kegembiraanya ditunjuk sebagai pembawa api obor Asian Games. Dia pernah meraih emas Asian Games di Bangkok pada 1978 dan di Delhi pada 1982. Dia berharap para atlet bisa memanfaatkan Asian Games untuk bisa meraih prestasi. Terutama cabang-cabang yang tidak ikut di Olimpiade seperti soft tennis dan pencak silat.

“Itu kesempatan emas itu. You dapat emas you miliuner. Paling tidak Rp 500 juta atau Rp 1 miliar,” ujar dia. (jun/tom/JPG)

Advertisement
loading...