batampos.co.id – Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepri Heru Pudyo Nugroho mengatakan penyerapan APBN 2018 di Provinsi Kepri pada semester I ini kurang menggembirakan. Pihaknya berharap penyerapan terus digenjot di semester II berjalan, sehingga menutupi deviasi yang terjadi di semester I.

”Realisasi anggaran per 30 Juni 2018 masih berada diangka 33,02 persen atau Rp 2,616 triliun dari total pagu anggaran yang diterima Provinsi Kepri pada 2018 sebesar Rp 7,992 triliun,” ujar Heru awal pekan lalu di Tanjungpinang.

Menurut Heru, progres ini menunjukkan penyerapan anggaran APBN di Provinsi Kepri masih belum mencapai harapan. Angka ini jika dibandingkan dengan penyerapan anggaran APBN pada semester I tahun 2017 lalu mengalami penurunan 0,32 persen. Bahkan masih di bawah penyerapan anggaran rata-rata nasional yang mencapai 34,65 persen.

”Seharusnya penyerapan anggaran per semester 1 ini adalah 40 persen baik itu penyerapan DAK fisik, belanja modal, belanja pegawai hingga belanja bansos,” tegas Heru.

Heru merincikan penyerapan anggaran pada semester I tahun 2018 untuk belanja barang sebesar 32,02 persen atau Rp 1,058 triliun, belanja modal sebesar 19,34 persen atau Rp 370.964 miliar,dan penyerapan belanja bantuan sosial masih 0 persen dari pagi anggaran Rp 5,586 miliar.

Atas dasar itu, Heru mengharapkan agar Pemerintah Provinsi Kepri maupun Kabupaten/Kota dapat terus menggesa penyerapan anggaran APBN tahun 2018 sebelum akhirnya Juli mendatang.

Dijelaskan Heru, pelaksanaan APBN 2018 sudah menerapkan kebijakan-kebijakan atau aturan pemerintah pusat yang jika hingga waktu yang diberikan tidak dilakukan penyerapan anggaran proyek gagal dicairkan dan bakal dibebankan ke anggaran daerah. Untuk menghindari hal itu, penyerapan maupun pelaksaan harus berjalan dengan baik.
”Kita harap pemerintah daerah dapat mempercepat penyerapan dan perealisasian anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk membangun daerah,” tutup Heru.(jpg)

Advertisement
loading...